- Seful Anam meraih keuntungan hingga Rp16 juta per siklus panen melalui budidaya lele.
- Mulai dari skala kecil, Seful memperluas usaha dengan menambah kolam budidaya.
- Peralihan ke sistem full kocor meningkatkan efisiensi dan hasil panen.
SuaraBlitar - Dalam era meningkatnya kebutuhan ikan konsumsi, budidaya lele menjadi salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan, bahkan di Kabupaten Blitar. Hal ini sejalan dengan pengalaman Seful Anam, seorang peternak lele muda asal Kabupaten Tuban, yang berhasil meraih keuntungan hingga Rp16 juta setiap siklus panen berkat penerapan sistem budidaya penuh kocor. Di usianya yang baru 26 tahun, Seful menegaskan bahwa ia berinvestasi dalam budidaya lele setelah menjumpai minimnya pembudidaya di daerahnya, yang justru menguntungkan peluang pasar.
Seful memulai usahanya dengan optimisme tinggi ketika melihat potensi besar dari komoditas lele. Menggunakan skala kecil, ia mendirikan tiga kolam diameter dan mengisinya dengan 2.000 hingga 3.000 bibit lele. Pengalaman awal yang didapatnya, serta penelitian yang cermat, membimbingnya untuk menambah empat kolam beton guna meningkatkan kapasitas produksi. Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini pun cukup terjangkau, dimulai dari Rp3 juta untuk tiga kolam.
Tetapi, Seful tidak serta merta mendapatkan keberhasilan; ia harus melalui beberapa tantangan awal, termasuk permasalahan dalam pasokan air. Pada awalnya, ia menggunakan sistem semi kocor dengan air dari PDAM, yang tidak selalu stabil. Menyadari pentingnya akses air yang kontinyu, dia kemudian mengambil langkah bijak dengan mengebor sumur dan beralih ke sistem penuh kocor, yang terbukti lebih efisien dan produktif. Keputusan ini menjadi kunci dalam meningkatkan hasil panen dan, pada akhirnya, keuntungan.
Dari pengalaman Seful Anam, terlihat bahwa ketekunan dan inovasi dalam budidaya lele tidak hanya memberikan keuntungan bagi peternak, tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat akan ikan konsumsi. Hal ini menjadi contoh yang inspiratif bagi masyarakat Blitar dan sekitarnya untuk mengeksplorasi sektor budidaya lainnya dengan pendekatan yang lebih profesional dan berkelanjutan.