- Distribusi MinyaKita di Kabupaten Blitar mencapai 75.660 liter hingga Mei 2026.
- Pasar Kanigoro menjadi penerima pasokan terbesar dengan total 14.880 liter.
- Program ini bertujuan untuk menstabilkan harga dan ketersediaan minyak goreng di masyarakat.
Distribusi program MinyaKita di Kabupaten Blitar semakin masif sepanjang tahun 2026 dalam upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng bagi masyarakat. Hingga akhir bulan Mei 2026, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar telah mencatat penyaluran mencapai 75.660 liter minyak goreng subsidi ini, yang disalurkan melalui berbagai operasi pasar di pasar-pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah daerah.
Sekretaris Disperindag Kabupaten Blitar, Murlina, menyampaikan bahwa program distribusi tersebut merupakan langkah penting untuk menjamin ketersediaan minyak goreng di pasaran sekaligus menangkal lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat. "Berdasarkan data kami, total distribusi MinyaKita hingga Mei 2026 mencakup puluhan ribu liter, yang ditujukan untuk berbagai pasar utama di Kabupaten Blitar," ujarnya.
Satu peristiwa signifikan dalam distribusi ini terjadi pada tanggal 3 Maret 2026, dimana sebanyak 26.640 liter MinyaKita disalurkan secara simultan ke lima pasar tradisional. Dalam hal ini, Pasar Talun menjadi penerima terbesar dengan alokasi 9.600 liter, diikuti oleh Pasar Kanigoro yang menerima 7.440 liter, Pasar Lodoyo dengan 5.040 liter, Pasar Garum 2.880 liter, dan Pasar Wlingi 1.680 liter.
Selain distribusi besar di awal Maret, Pasar Kanigoro juga mencatatkan penerimaan tambahan 7.440 liter pada akhir Februari serta Pasar Lodoyo yang memperoleh 5.040 liter. Dengan volume distribusi yang signifikan ini, Pasar Kanigoro terbukti sebagai salah satu pasar yang paling banyak menerima pasokan MinyaKita selama lima bulan pertama di tahun 2026, mendukung upaya pemerintah dalam memastikan aksesibilitas minyak goreng bagi masyarakat umum.