Minggu, 26 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Kecamatan Sananwetan Memimpin Jumlah Pasien ODGJ Berat di Kota Blitar, Dinkes Berikan Penjelasan

Kecamatan Sananwetan Memimpin Jumlah Pasien ODGJ Berat di Kota Blitar, Dinkes Berikan Penjelasan

Kecamatan Sananwetan Memimpin Jumlah Pasien ODGJ Berat di Kota Blitar, Dinkes Berikan Penjelasan
Poin Penting:
  • Kecamatan Sananwetan merupakan wilayah dengan jumlah pasien ODGJ berat terbanyak di Kota Blitar.
  • Dinkes berkolaborasi dengan dokter spesialis kejiwaan untuk memberikan layanan berkualitas.
  • Dukungan keluarga sangat penting dalam proses rehabilitasi pasien ODGJ.

Kecamatan Sananwetan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat terbanyak di Kota Blitar, berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar. Dari Januari hingga Juni 2026, Dinkes mencatat sebanyak 264 pasien ODGJ berat yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Dari total tersebut, 103 pasien berasal dari Kecamatan Sananwetan, yang terdiri dari 58 laki-laki dan 45 perempuan. Di tempat lain, Kecamatan Sukorejo dan Kepanjenkidul masing-masing melaporkan 84 dan 77 kasus ODGJ berat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes, Silvia Dewi Kusumawati, menjelaskan bahwa setiap pasien ODGJ berat memperoleh pendampingan secara berkala. Dinkes berkolaborasi dengan dokter spesialis kejiwaan dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, Malang, untuk memberikan layanan yang optimal di Kota Blitar. Pembinaan dilakukan minimal dua bulan sekali di tiga puskesmas dengan lokasi yang bergilir, sehingga pasien dapat dengan mudah mengakses pelayanan tersebut.

Lebih lanjut, Silvia menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam penanganan ODGJ. Seluruh pasien juga dijadwalkan untuk konsultasi rutin di poli jiwa puskesmas. Jika terdapat kebutuhan untuk penanganan yang lebih mendalam, pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang menyediakan layanan spesialis kesehatan jiwa (SPKJ). Saat ini, terdapat dua rumah sakit di Kota Blitar yang bekerja sama dengan BPJS untuk layanan SPKJ.

Dinas Kesehatan Kota Blitar berkomitmen untuk tidak hanya mengandalkan pengobatan medis, tetapi juga memperhatikan aspek psikososial, di mana dukungan dari keluarga menjadi sangat krusial agar pasien dapat menjalani terapi dengan baik. Melalui upaya preventif dan rehabilitatif, Dinkes berharap dapat meningkatkan kualitas hidup bagi pasien ODGJ berat di Kota Blitar.