- Pameran Tenun Nusantara bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kain tenun.
- Perbedaan dari pameran sebelumnya adalah fokus pada tenun, bukan batik, yang lebih dikenal masyarakat.
- Patria Wastra mengajak generasi muda untuk melestarikan kain tradisional Indonesia.
Blitar, sebuah kota yang dikenal akan warisan budaya yang kaya, kembali menggelar sebuah pameran yang memiliki makna penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Pada hari Sabtu, 4 Juli, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno menjadi tuan rumah bagi Pameran Tenun Nusantara yang menghadirkan puluhan kain tenun otentik dari berbagai daerah di Indonesia. Pameran ini berfokus pada upaya edukasi masyarakat agar lebih mengenal dan mencintai wastra tradisional Indonesia, terutama tenun.
Pameran ini dilaksanakan oleh komunitas Patria Wastra yang mengambil langkah signifikan dengan memilih tenun sebagai tema utama, berbeda dengan pameran sebelumnya yang lebih menyoroti batik. Pegiat Patria Wastra, Rian Yogo Wibowo, menjelaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap tenun saat ini masih tertinggal dibandingkan batik. Padahal, tenun memiliki penyebaran yang jauh lebih luas di seluruh Nusantara, mencakup berbagai daerah mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.
Rian menegaskan bahwa pameran ini bukan hanya sekadar memamerkan koleksi kain tradisional, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi yang memperkenalkan nilai sejarah, budaya, dan proses pembuatan kain tenun yang dikerjakan dengan penuh keterampilan oleh para perajin. Dalam kesempatan ini, pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan kain tenun, tetapi juga belajar tentang kaya dan beragamnya tradisi tenun di seluruh Indonesia, yang sayangnya masih minim literasi di kalangan masyarakat.
Dengan pendekatan ini, Patria Wastra berharap dapat mengubah pandangan masyarakat tentang tenun dan menjadikannya sebagai bagian dari identitas budaya yang harus dilestarikan. Pameran Tenun Nusantara di Blitar adalah langkah awal untuk menggugah rasa cinta dan tanggung jawab terhadap warisan budaya lokal, yang tentunya perlu diwariskan kepada generasi mendatang.