Sabtu, 27 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum IPK Jatim Dorong Penempatan Psikolog Klinis di Puskesmas untuk Tingkatkan Kesehatan Mental Masyarakat Blitar

IPK Jatim Dorong Penempatan Psikolog Klinis di Puskesmas untuk Tingkatkan Kesehatan Mental Masyarakat Blitar

IPK Jatim Dorong Penempatan Psikolog Klinis di Puskesmas untuk Tingkatkan Kesehatan Mental Masyarakat Blitar
Poin Penting:
  • Penempatan psikolog klinis bersertifikat di Puskesmas sangat diperlukan untuk meningkatkan layanan kesehatan mental.
  • Ketersediaan tenaga psikolog klinis di Puskesmas masih belum merata, mendesak untuk langkah pemerataan layanan.
  • Hasil skrining menunjukkan adanya gejala kecemasan dan depresi pada anak, menjadi perhatian serius bagi Dinkes Jatim.

Dalam upaya meningkatkan kesehatan mental masyarakat, Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jawa Timur (Jatim) mengusulkan penempatan psikolog klinis bersertifikat di seluruh Puskesmas yang ada di wilayah ini. Ketua IPK Indonesia Wilayah Jatim, Toetiek Septriasih, mengemukakan hal ini dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) yang diadakan di Surabaya. Menurutnya, langkah ini penting mengingat semakin maraknya gangguan mental yang terjadi di kalangan masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.

Untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga profesional di bidang kesehatan jiwa, Toetiek menegaskan bahwa setiap psikolog klinis yang bertugas di fasilitas kesehatan harus memiliki kelengkapan dokumen hukum yang sesuai, termasuk Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP). Hal ini bertujuan untuk menjamin kualitas dan legalitas layanan yang diberikan kepada pasien, sekaligus menjawab tantangan yang ada di lapangan saat ini.

Cicik Swi Antika, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, mendukung inisiatif ini dengan menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan peningkatan jumlah masalah kesehatan mental, khususnya pada anak-anak. Hasil skrining kesehatan gratis menunjukkan hampir 10 persen dari anak-anak yang diperiksa mengalami gejala kecemasan dan depresi. Dalam konteks ini, Cicik menjelaskan bahwa pemerintah daerah sedang berupaya untuk menyelaraskan layanan kesehatan jiwa ke dalam fungsi dasar Puskesmas, meskipun saat ini distribusi tenaga psikolog klinis masih belum merata di berbagai daerah.

Muswil yang diadakan juga memberikan perhatian khusus pada pemerataan layanan kesehatan jiwa. Diharapkan, melalui usaha kolaboratif antara pemerintah dan organisasi profesi, masyarakat Blitar akan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan mental, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.