- Eka Fitriyani Wulandari mengabdikan diri untuk meningkatkan akses keuangan di pulau-pulau terpencil.
- Peran sebagai mantri BRI memungkinkan Eka untuk langsung berinteraksi dan memahami kebutuhan masyarakat.
- Tantangan perjalanan laut dan infrastruktur menjadi rintangan, namun antusiasme masyarakat menjadi motivasi utama.
Di tengah tantangan geografis dan cuaca yang tidak menentu, Eka Fitriyani Wulandari, seorang Mantri BRI Unit Salakan yang bernaung di bawah BRI Branch Office Luwuk, menunjukkan dedikasi tinggi untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat di pulau-pulau terpencil di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Dengan pengalaman sejak bergabung pada tahun 2014 dan penugasan sebagai mantri pada 2018, Eka telah menjadikan interaksi langsung dengan masyarakat sebagai bagian integral dari pekerjaannya. Masyarakat di Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit sangat bergantung pada kehadirannya untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan mereka.
Eka mengungkapkan, "Saya memilih berkarier sebagai mantri karena peran ini sangat dekat dengan masyarakat. Saya bisa bertemu langsung, berbaur, dan memahami kebutuhan nasabah di lapangan." Kegiatan rutinnya meliputi pembukaan akses pembiayaan, kunjungan ke nasabah, pendampingan agen BRILink, serta pertemuan dengan kelompok usaha. Dalam pertemuan-pertemuan ini, ia tidak hanya bertugas untuk memberikan layanan; tetapi juga untuk memahami dan mengedukasi komunitas tentang pentingnya pengelolaan keuangan, terutama bagi mereka yang mengandalkan sektor produktif seperti nelayan, petani kelapa, dan pelaku usaha sembako.
Perjalannya untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau tersebut bukanlah hal yang mudah. Eka harus menempuh perjalanan laut menggunakan kapal dan perahu dengan fasilitas terbatas, seringkali harus berhadapan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Meskipun sering kali mengharuskan ia untuk bersiap secara mental, Eka tetap bersyukur atas antusiasme masyarakat yang membuat setiap perjalanan terasa berharga. "Saya harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya, sehingga setiap perjalanan membutuhkan kesiapan mental. Namun, melihat semangat masyarakat mendukung layanan yang saya berikan, membuat semuanya terasa sepadan," tambahnya.
Tantangan yang dihadapi Eka tidak hanya bersifat fisik tetapi juga intelektual. Ia terus didorong untuk belajar agar dapat memenuhi kebutuhan layanan masyarakat dengan lebih baik. Keterbatasan infrastruktur, seperti akses listrik di beberapa wilayah, menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjaga komunikasi dengan nasabah. Kondisi ini, bersama dengan waktu kunjungan yang terbatas, membuat setiap interaksi harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Dengan semangat dan komitmen yang kuat, Eka Fitriyani terus berjuang untuk menghubungkan masyarakat Blitar dengan layanan keuangan yang mereka perlukan.