- Kekeringan di Blitar Selatan mengakibatkan banyak sumur warga mengering dan kebutuhan air bersih meningkat.
- BPBD Kabupaten Blitar menyiapkan 60 rit air bersih untuk didistribusikan secara bertahap ke daerah terdampak.
- Desa Tugurejo dan Sukorejo merupakan area yang paling parah terdampak, dengan banyak warga kini membeli air dari luar daerah.
Musim kemarau yang melanda wilayah selatan Kabupaten Blitar mulai membawa dampak signifikan terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Khususnya di Kecamatan Wates dan Sutojayan, banyak sumur warga yang mengalami penurunan debit hingga mengering, memaksa sebagian penduduk untuk membeli air dari luar daerah demi mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.
Menanggapi kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar telah mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan bantuan darurat berupa dropping air bersih. Dalam rencananya, BPBD akan mendistribusikan sekitar 60 rit pasokan air secara bertahap kepada warga yang paling terdampak di wilayah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD, Wahyudi, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pemetaan untuk menentukan lokasi-lokasi yang membutuhkan bantuan secara mendesak, agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Salah satu daerah yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Tugurejo, Kecamatan Wates. Hasil asesmen BPBD menunjukkan bahwa sedikitnya 13 RT di tiga dusun—Wonosari, Bejirejo, dan Tugurejo—sudah mulai mengalami krisis air bersih. Di kawasan perbatasan ini, tidak jarang warga terpaksa membeli air bersih dari truk tangki yang datang dari Kabupaten Malang dengan harga sekitar Rp60 ribu per meter kubik, yang tentunya menambah beban ekonomi bagi keluarga di tengah musim kemarau.
Situasi serupa juga terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, di mana sembilan RT di Dusun Sidorejo, Sukorejo, dan Mirigede juga tercatat dalam pemetaan daerah rawan kekeringan. Di tengah kesulitan ini, warga di Dusun Sidorejo bahkan mulai rutin membeli pasokan air dari sumber luar, menandakan betapa seriusnya masalah kekeringan yang mereka hadapi. BPBD berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ini dan menyediakan bantuan yang diperlukan untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga selama masa sulit ini.