- Irfan Hakim menambah koleksi koi jumbo untuk edukasi masyarakat di Pendopo deHakims.
- Kedatangan koi dilakukan melalui pengiriman internasional dan diresmikan langsung oleh Irfan Hakim.
- Fasilitas deHakims merawat koi lokal dan berencana melepas sebagian ke alam terbuka.
Jakarta - Irfan Hakim, presenter ternama dari dunia hiburan, melanjutkan komitmennya terhadap edukasi satwa dengan menambah koleksi koi jumbo impor dari Jepang di Pendopo deHakims. Prosesi penyerahan empat ekor koi raksasa, masing-masing dengan panjang mencapai 80 sentimeter, berlangsung di area kolam yang telah disiapkan khusus untuk fasilitas penangkaran ini, menggandeng kolektor koi terkemuka, Hartono. Kehadiran spesimen baru ini tidak hanya memperkaya koleksi ikan hias di Blitar, tetapi juga menjadi media interaktif untuk pembelajaran bagi anak-anak dan pengunjung yang berminat terhadap dunia perikanan dan keanekaragaman satwa.
Dari informasi yang dihimpun, kedatangan koi jumbo ini disambut dengan meriah oleh Irfan Hakim, yang mengenakan kimono Jepang sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya asal ikan-ikan tersebut. Pengiriman ini dilakukan melalui maskapai Garuda Indonesia, menunjukkan kualitas tinggi spesimen yang dibawa. Saat ini, dengan tambahan empat koi jumbo, total koleksi milik Hartono yang dirawat di Pendopo deHakims menjadi tujuh ekor, dan rencananya satu spesimen raksasa lagi akan segera hadir, menambah keseruan bagi para pengunjung.
Untuk menyiapkan ruang bagi koi baru, tim perawat kolam di deHakims melakukan langkah-langkah strategis dalam proses pemindahan spesimen yang sudah ada. Koi berukuran sedang yang menghuni kolam pendopo telah dipindahkan ke kolam tengah guna memastikan tidak ada persaingan ruang dan pakan di antara mereka. Proses pemindahan ini juga melibatkan Jalu, putra Irfan, yang turut serta dalam menjaga keamanan ikan selama relokasi.
Di samping itu, deHakims juga merawat 15 ekor koi lokal yang kini dalam tahap isolasi. Beberapa spesimen hasil pemijahan di fasilitas ini direncanakan untuk dilepas ke kawasan alami di Situ Cipanten, mendukung konservasi ikan lokal. Keempat spesimen baru di Pendopo deHakims memang terlihat menawan dengan warna cerah, salah satunya diberi nama “Pikachu” yang sangat menarik perhatian. Demi menjaga keselamatan ikan-ikan besar ini, Irfan Hakim telah memasang pagar pengaman di sekitar kolam, sebuah upaya untuk mengurangi stres pada ikan serta menjaga kualitas air kolam tetap stabil.