- Satu pelajar SMP di Blitar terpapar paham radikalisme, menarik perhatian Bakesbangpol.
- Bakesbangpol menggelar seminar wawasan kebangsaan untuk meningkatkan kesadaran pelajar.
- Kepala Bakesbangpol menekankan perlunya pendidikan karakter dan pemahaman nilai kebangsaan.
Kota Blitar sedang menghadapi tantangan serius terkait radikalisasi di kalangan generasi muda. Baru-baru ini, terungkap bahwa seorang pelajar tingkat SMP di wilayah ini sempat terpapar paham radikal yang berbahaya. Temuan ini mendorong Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Blitar untuk mengambil langkah proaktif dalam memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan siswa, guna melindungi mereka dari pengaruh negatif yang mungkin mengancam.
Dalam upaya ini, Bakesbangpol menyelenggarakan seminar yang mengangkat tema wawasan kebangsaan. Acara tersebut berhasil menarik perhatian puluhan siswa perwakilan dari berbagai sekolah di Kota Blitar. Seminar yang berlangsung di Gedung Kusumo Wicitro ini menjadi platform bagi peserta untuk berdiskusi dan memahami lebih dalam tentang nilai-nilai kebangsaan, sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan yang diperlukan untuk menanggapi berbagai informasi yang mereka peroleh dari media.
Kepala Bakesbangpol Kota Blitar, Toto Robandiyo, menekankan pentingnya pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan di era digital saat ini. Ia mengungkapkan, semakin maraknya penggunaan media digital oleh anak muda membuat mereka rentan terhadap berbagai ideologi yang tidak sehat. Toto menambahkan, dengan memahami dan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan, generasi muda diharapkan dapat membentengi diri dari pengaruh radikalisasi yang mengarah pada tindakan kekerasan.
Dalam konteks globalisasi dan digitalisasi yang berlangsung cepat, tantangan yang dihadapi anak-anak dan remaja menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu, Bakesbangpol berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkala, agar pelajar di Blitar dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa kebangsaan yang kokoh.