- Memet Potensio menjadi viral di media sosial karena wajahnya yang terlihat ngantuk.
- Julukan 'Potensio' berasal dari istilah audio dan mencerminkan keterampilannya sebagai teknisi sound.
- Kehidupan sehari-hari Memet dipenuhi dengan jadwal kerja yang padat, mengorbankan waktu tidurnya untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat.
Di tengah hiburan malam yang penuh semarak, Ahmad Abdul Aziz, atau lebih dikenal dengan sebutan Memet Potensio, muncul sebagai salah satu teknisi sound terkemuka yang menarik perhatian publik, khususnya di media sosial. Wajahnya yang selalu tampak ngantuk telah memunculkan berbagai spekulasi di kalangan netizen, termasuk tuduhan mengenai penggunaan zat terlarang. Namun, Memet menjelaskan bahwa penampilan tersebut dipicu oleh pola tidur yang tidak teratur akibat intensitas pekerjaannya sebagai teknisi sound horek.
Sebagai bagian dari tim Brewok Audio, Memet sudah berkecimpung dalam industri sound horek sejak tahun 2007. Julukan “Potensio” sendiri diambil dari istilah dalam dunia audio yang menunjukkan tuas pengatur volume pada mixer, mencerminkan kedalaman pengetahuan dan keterampilannya di bidang ini. Belakangan, wajah lelahnya menjadi meme di platform sosial, dan ia bahkan mendapat julukan konyol “Thomas Alfa Edisund”. Pertanyaannya, apakah juru teknis ini benar-benar mengetahui sosok yang dinisbatkan kepadanya? Memet mengaku belum mengenali nama tersebut.
Di balik semua kegemparan ini, terdapat kisah yang lebih dalam mengenai kehidupan seorang teknisi sound. Memet mengungkapkan bahwa event-event karnaval biasanya dimulai pada sore hari dan berlanjut hingga pagi, membuat waktu tidurnya sangat terbatas—ia hanya memiliki waktu dua jam sebelum harus bergegas ke lokasi berikutnya. "Biasanya acara dimulai sekitar pukul 21.00, dan selesai sekitar pukul 05.00. Jadi, waktu tidur saya terganggu,” ungkap Memet. Kesibukannya yang tinggi dan mobilitas dari satu lokasi ke lokasi lainnya menjadi tantangan tersendiri bagi dia, yang terpaksa mengabaikan waktu istirahat yang layak.
Melihat perjalanan Memet Potensio, kita mendapatkan gambaran tentang dedikasi dan tantangan yang dihadapi oleh para pekerja di industri hiburan, khususnya di Blitar. Di balik wajah yang tampak ngantuk itu, tersimpan pekerjaan keras dan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi acara-acara di kota kita. Sudah saatnya kita menghargai mereka yang, meskipun dalam kondisi lelah, tetap berdedikasi untuk menciptakan momen berkesan di setiap karnaval atau acara yang diadakan.