- Candi Penataran dikembangkan sebagai tempat pemujaan untuk meredakan kekuatan alami Gunung Kelud.
- Hubungan antara Gunung Kelud dan legenda Batara Brahma adalah pusat keyakinan masyarakat Blitar.
- Kompleks candi berperan penting bagi tiga kerajaan besar, mempertahankan tradisi spiritual untuk mengendalikan alam.
BLITAR – Legenda yang mengelilingi Gunung Kelud dan kompleks Candi Penataran kembali mengemuka, menarik perhatian masyarakat dan para peneliti untuk menyelidiki hubungan antara candi bersejarah itu dan upaya mengendalikan kekuatan dahsyat dari letusan Gunung Kelud. Candi Penataran, yang terletak di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, diyakini sebagai tempat pemujaan yang didirikan untuk memohon keselamatan serta menjaga harmoni antara manusia dan kekuatan alam.
Dalam mitologi yang diangkat dari Kitab Tantu Panggelaran, Gunung Kelud memiliki sejarah yang dalam dengan kepercayaan bahwa gunung tersebut adalah tempat disimpannya potongan kepala Batara Brahma, berkat intervensi Batara Guru yang ingin menyelamatkan Dewa Gana. Cerita ini tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya lokal, tetapi juga menempatkan Candi Penataran pada posisi penting dalam hubungan spiritual masyarakat Jawa kuno dengan kekuatan alam yang mengelilingi mereka.
Posisi strategis Candi Penataran sebagai pusat kegiatan spiritual ini menjadikannya tempat penting bagi raja-raja dari kerajaan besar seperti Kediri, Singasari, dan Majapahit. Masing-masing kerajaan berperan dalam melestarikan kompleks candi sebagai pusat ibadah, di mana ritual dan doa dilakukan dengan harapan agar aktivitas Gunung Kelud tetap dapat terkelola dan masyarakat terhindar dari bencana. Dengan demikian, tradisi ini menunjukkan bagaimana masyarakat Blitar masa lalu berupaya menjalin kedamaian dengan alam yang tak terpisahkan dari kehidupan mereka.
Dalam sebuah pengamatan spiritual yang dilakukan di sekitar Candi Penataran, ada narasumber yang menggambarkan Gunung Kelud memiliki karakteristik unik dibandingkan gunung lainnya. Ia menyebutkan melihat sebuah bola energi berwarna merah dalam gunung tersebut, yang semakin memperkuat kepercayaan masyarakat akan kekuatan mistis dan spiritual Gunung Kelud. Dengan segala kepercayaan dan ritual yang dilakukan, jelas mengindikasikan keterikatan mendalam masyarakat Blitar terhadap warisan leluhur mereka dan lingkungan sekitar.