Selasa, 30 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Wisata & Kuliner Makam Bung Karno Blitar: Destinasi Sejarah yang Selalu Ramai dan Penuh Koleksi Berharga

Makam Bung Karno Blitar: Destinasi Sejarah yang Selalu Ramai dan Penuh Koleksi Berharga

Makam Bung Karno Blitar: Destinasi Sejarah yang Selalu Ramai dan Penuh Koleksi Berharga
Poin Penting:
  • Makam Bung Karno adalah destinasi wisata sejarah yang terus ramai dikunjungi.
  • Museum Bung Karno yang gratis memiliki koleksi bersejarah mencapai 2.200 item.
  • Terdapat juga Rumah Pintar Pemilu yang menyajikan sejarah pemilu di Indonesia.

Makam Bung Karno yang terletak di Kota Blitar terus memikat banyak pengunjung dengan keunikan dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Sebagai tempat peristirahatan terakhir Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, kompleks ini tidak hanya berfungsi sebagai lokasi ziarah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan sejarah yang berharga bagi masyarakat dan wisatawan. Mengakses lokasi ini sangat mudah, hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Alun-Alun Kota Blitar, pengunjung dapat menjangkaunya dalam waktu kurang dari sepuluh menit berkendara.

Kawasan pemakaman ini dilengkapi dengan fasilitas parkir yang memadai, dengan tarif yang terjangkau, yaitu Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Bagi rombongan yang datang dengan bus, mereka bisa memarkir kendaraan di lokasi yang sedikit jauh, dan melanjutkan perjalanan dengan becak atau berjalan kaki. Setibanya di lokasi, pengunjung akan disambut patung Bung Karno yang megah sebelum memasuki Museum Bung Karno, yang mempersembahkan koleksi koleksi menarik dan informatif secara gratis.

Museum ini memiliki sekitar 2.200 koleksi memorabilia yang berkaitan erat dengan kehidupan dan perjuangan Bung Karno. Di dalamnya, pengunjung bisa menemukan berbagai benda bersejarah, seperti pakaian, koper pribadi, uang seri Bung Karno, lukisan, foto dokumentasi, hingga replika naskah Proklamasi. Di samping itu, terdapat pula Rumah Pintar Pemilu yang mencerminkan perjalanan sejarah pemilu di Indonesia sejak tahun 1955 hingga menjelang Pemilu 2024. Miniatur tempat pemungutan suara dan dokumentasi mengenai demokras pendidikan politik menggambarkan bagaimana perjalanan demokrasi di Tanah Air ini berlangsung.

Koleksi museum ini turut menghadirkan kisah perjalanan hidup Bung Karno melalui kota-kota yang menjadi saksi bisu kehidupannya, termasuk Jombang, Mojokerto, Kediri, Bengkulu, Ende, dan Berastagi. Daya tarik tersendiri adalah koleksi benda-benda pribadi Bung Karno, seperti peci, kacamata hitam, sartorial dress shirt, jam tangan, hingga meja kerja yang kerap digunakan oleh sang Proklamator. Semua ini membuat Makam Bung Karno di Blitar bukan hanya sekadar tempat ziarah, tetapi sebuah pelajaran hidup yang berharga bagi semua kalangan.