- Mahasiswa Blitar menuntut evaluasi untuk program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa.
- Dialog dengan DPRD tidak menghasilkan kesimpulan yang memuaskan bagi mahasiswa.
- DPRD akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat terkait tuntutan strategis.
Pada Kamis, 25 Juni 2026, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar. Mereka menuntut evaluasi menyeluruh terhadap dua program penting, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyampaikan 11 tuntutan, yang fokus pada pengelolaan program MBG dan KDKMP yang dinilai kurang efektif.
Nasanta Febriana, selaku Koordinator Aksi, menyatakan bahwa evaluasi sangat diperlukan mengingat beberapa fasilitas publik mulai digunakan untuk mendukung program ini, termasuk SDN 1 Tlogo yang menjadi lokasi KDKMP. Dia mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil dialog dengan DPRD yang tidak menghasilkan kesepakatan jelas, mengingat esensi dari program-program ini untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Blitar.
Selain itu, pihak mahasiswa juga menyoroti lambatnya proses pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang dinilai penting untuk menguatkan upaya pemberantasan korupsi. Menurut mereka, regulasi ini krusial dalam menciptakan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Supriadi, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, merespon aksi ini dengan menjelaskan bahwa seluruh aspirasi mahasiswa telah dicatat dan akan disampaikan kepada pemerintah pusat, mengingat banyak tuntutan yang bersifat strategis dan berada di luar kewenangan daerah.
Supriadi juga menegaskan komitmen DPRD untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak berwenang, meskipun beberapa isu tersebut berkaitan dengan program nasional. Ia menambahkan bahwa DPRD akan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk kemungkinan audiensi lanjutan, agar dapat memberikan jawaban yang lebih komprehensif bagi tuntutan mahasiswa. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan dialog yang konstruktif ini dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Blitar.