- Hakim Danish hanya finis di posisi ke-18 dalam balapan Moto3 2026 Buriram.
- Manajer ZK Racing, Zulfahmi Khairuddin, menegaskan bahwa masalah bukan berasal dari spesifikasi motor.
- Regulasi teknis Moto3 membatasi pengembangan mesin, yang berpengaruh pada performa seluruh pabrikan.
Motor yang digunakan oleh pembalap Malaysia, Hakim Danish, pada balapan Moto3 2026 di Buriram, Thailand, menjadi sorotan setelah ia hanya mampu menempati posisi ke-18. Hasil ini memicu perdebatan hangat di kalangan penggemar MotoGP, terutama mengenai performa KTM yang dinilai kurang kompetitif dibandingkan dengan rival-rivalnya di lintasan.
Tak berselang lama, manajer ZK Racing, Zulfahmi Khairuddin, memberikan klarifikasi mengenai tudingan bahwa masalah terletak pada mesin motor. Dalam pernyataannya, Zulfahmi menegaskan bahwa motor KTM yang digunakan Hakim Danish merupakan paket teknis terbaik yang disediakan oleh tim AEON Credit MT Helmets MSI. Ia yakin bahwa spesifikasi motor tidak menjadi masalah dalam raihan hasil balapan.
"Saya yakin dengan motor yang dikendarai Hakim Danish, karena saya berada di sirkuit dan mengetahui material yang dipergunakan tim. Kami adalah tim papan atas yang memiliki catatan juara dunia," jelas Zulfahmi. Menurut Zulfahmi, fokus utama saat ini adalah membantu pembalap untuk bangkit dari hasil yang kurang memuaskan, dan menegaskan tidak ada indikasi penurunan performa teknis dari motor.
Zulfahmi juga menjelaskan sebuah fakta penting bahwa regulasi teknis Moto3 membatasi pengembangan mesin, yang mana telah diterapkan sejak 2023. Hal ini berarti, seluruh pabrikan termasuk KTM dan Honda tidak bisa melakukan perubahan signifikan pada sasis atau desain mesin, dengan pembaruan terbatas pada komponen kecil untuk keperluan balapan dan pemeliharaan. "Regulasi ini dibuat untuk mengendalikan biaya, sehingga basis motor tetap sama sejak 2023 hingga kini," tutupnya.