Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Kronologi Kasus Bullying dan Kekerasan di MTs Darul Huda Wlingi: Apa yang Terjadi?

Kronologi Kasus Bullying dan Kekerasan di MTs Darul Huda Wlingi: Apa yang Terjadi?

Kronologi Kasus Bullying dan Kekerasan di MTs Darul Huda Wlingi: Apa yang Terjadi?
Poin Penting:
  • Kasus bullying di MTs Darul Huda Wlingi dipicu oleh komentar di media sosial.
  • Korban mengalami cedera fisik dan trauma pasca insiden kekerasan.
  • Pihak sekolah menyerahkan penanganan kepada aparat berwenang, berharap lingkungan belajar tetap aman.

Belum lama berselang, masyarakat Blitar dihebohkan dengan kasus bullying disertai kekerasan yang terjadi di MTs Darul Huda Wlingi. Berdasarkan keterangan Kapolsek Wlingi, AKP Kus Hartono, peristiwa tersebut berawal dari sebuah sesi Live TikTok yang dilakukan oleh pacar terduga pelaku berinisial G, yang juga merupakan siswa di sekolah tersebut. Pengguna lain, korban berinisial F, menanyakan apakah pacar G sudah memiliki hubungan, dan ketika dijawab bahwa pacar G telah memiliki pacar, situasi mulai memanas.

Setelah menerima informasi mengenai komentar tersebut, G diduga merasa kesal dan menghubungi F melalui WhatsApp dengan ancaman untuk menemuinya di sekolah keesokan harinya. Pada Kamis, 20 Agustus 2026, G sebenarnya menepati janjinya dengan mendatangi kelas F. Dalam momen tersebut, G diduga melakukan tindakan kekerasan, yang direkam oleh teman G dengan menggunakan ponselnya. Insiden ini diwarnai oleh fakta bahwa G adalah siswa baru di MTs Darul Huda yang baru saja pindah tahun ajaran ini.

Pasca insiden, diketahui bahwa F mengalami pendarahan di hidung meskipun tidak segera melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Menurut laporan, saat video aksi kekerasan tersebut viral di media sosial pada Jumat, 21 Agustus 2026, kondisi F telah membaik namun ia masih merasakan sakit di pinggang. Pihak kepolisian hingga saat ini masih mendalami kasus ini dan belum ada tindak lanjut dari pihak sekolah terhadap terduga pelaku.

Dalam perkembangan terbaru, Angger Adi Santoso, Wakil Humas MTs Darul Huda Wlingi, menyampaikan bahwa pihak sekolah menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak yang berwenang. Mereka berharap agar kondisi di lingkungan sekolah tetap kondusif dan siswa bisa melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Tindakan bullying dan kekerasan dalam lingkungan pendidikan tentu menjadi perhatian serius dan diharapkan tidak terulang, demi menciptakan iklim belajar yang sehat bagi seluruh siswa di Blitar.