- Ketua KONI Kota Blitar mengajukan permohonan audiensi kepada Wali Kota sejak dua minggu lalu.
- Surat permohonan kedua akan segera dikirimkan karena belum ada tanggapan dari Pemkot.
- Aktivitas organisasi tetap berlangsung meski penyerahan kantor belum terealisasi.
Dalam upaya penyerahan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar yang hingga saat ini belum berhasil, Ketua KONI Kota Blitar, Samanhudi Anwar, menegaskan pentingnya komunikasi yang efektif dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Samanhudi mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan audiensi kepada Wali Kota Blitar sekitar dua minggu lalu. Namun, sampai saat ini, jadwal pertemuan belum ditentukan, yang mendorong pengurus KONI untuk mengajukan surat permohonan audiensi kedua.
Samanhudi menjelaskan bahwa surat audiensi pertama sudah disampaikan melalui jalur resmi ke pemerintah daerah, dengan tembusan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga. Menurut informasi yang diterima dari pengurus, saat ini Wali Kota Blitar sedang memiliki sejumlah agenda padat yang menjadi kendala dalam penjadwalan audiensi tersebut. Mereka yakin komunikasi yang baik dengan pemimpin kota sangatlah penting untuk kemajuan olahraga di Blitar.
Meskipun audiensi tidak tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) KONI, Samanhudi menegaskan bahwa menghormati posisi kepala daerah merupakan prioritas. "Kami ingin mengenalkan kepengurusan baru kami dan menjalin hubungan baik demi kemajuan olahraga di kota kita," ujar Samanhudi. Sementara itu, meskipun penyerahan kantor belum terlaksana, aktivitas organisasi kontinyu melalui rapat dan konsolidasi yang dilakukan di berbagai tempat.
Diharapkan dengan adanya komunikasi yang terbuka dan jelas antara KONI dan Pemkot Blitar, penyerahan kantor dapat segera terwujud, sehingga program-program olahraga di daerah bisa berjalan lebih lancar.