- Kostum adat Papua dapat dibuat dari bahan daur ulang yang mudah ditemukan.
- Proses pembuatan kostum memberikan peluang bagi kreativitas dan inovasi lokal.
- Tutorial ini mengajarkan masyarakat cara menjaga lingkungan sekaligus melestarikan budaya.
Dalam sebuah tutorial yang menginspirasi, masyarakat di Jakarta menunjukkan bagaimana kostum adat Papua untuk laki-laki dapat diciptakan dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang yang sederhana, seperti plastik packing, plastik kresek, dan kardus bekas. Tutorial ini menjadi kelanjutan dari video sebelumnya yang telah berhasil memperkenalkan cara pembuatan kostum adat Papua untuk perempuan. Kali ini, pemirsa diajak untuk memahami proses pembuatan kostum pria, mulai dari rok rumbai, ikat pinggang, hingga topi berhiaskan bulu tiruan.
Langkah pertama dalam pembuatan kostum adalah membuat bawahan berupa rok rumbai yang terbuat dari plastik packing berukuran 30 x 40 sentimeter. Setelah dipotong membentuk pola zigzag, plastik tersebut kemudian diubah menjadi rumbai dengan teknik jelujur. Proses ini bisa juga menggunakan stapler atau selotip bagi mereka yang tidak memiliki jarum dan benang. Rok rumbai kedua dibuat dengan ukuran lebih kecil dan disatukan untuk memberikan tampilan yang lebih lengkap.
Untuk melengkapi kostum, ikat pinggang juga dirancang dari tiga lembar plastik packing yang dianyam. Selanjutnya, bagian tubuh ditambah dengan rumbai dari plastik kresek berwarna hitam, memperkaya ornamen kostum tersebut. Hiasan tangan juga dibuat menggunakan teknik yang serupa, memberikan keseimbangan visual yang menarik.
Puncak dari kostum ini adalah topi yang dihiasi dengan bulu tiruan. Penggunaan kardus dan plastik kresek bukan hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga memiliki makna penting dalam pelestarian lingkungan. Dengan memperlihatkan bagaimana limbah bisa dikonversi menjadi karya yang artistik, tutorial ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan. Hasil akhir dari proses pembuatan ini bukan hanya sebuah kostum, tetapi juga sebuah karya seni yang memiliki nilai budaya dan lingkungan.