- Koran bekas bisa dijadikan kostum kreatif dengan biaya rendah.
- Proses pembuatannya sederhana dan bisa melibatkan siswa dan orang tua.
- Kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat Blitar tentang daur ulang.
MALANG - Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya daur ulang, koran bekas yang umumnya hanya menumpuk di sudut rumah kini dapat bertransformasi menjadi kostum kreatif untuk karnaval sekolah. Dengan memanfaatkan bahan tambahan seperti kardus, kertas karton, dan plastik, masyarakat Blitar dapat menciptakan pakaian yang tidak hanya unik, tetapi juga ramah di kantong. Proses pembuatan kostum ini cukup sederhana, sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh siswa dan orang tua yang ingin berkontribusi dalam kegiatan sekolah.
Tutorial yang disediakan menguraikan langkah-langkah pembuatan kostum, mulai dari merancang bentuk dasar pakaian hingga menghias dengan ornamen menarik. Setiap bagian kostum bisa disesuaikan dengan ukuran tubuh pengguna, mulai dari bagian utama hingga aksesoris seperti mahkota. Dimulai dengan menyiapkan koran bekas yang dilipat dan dipotong sesuai pola yang telah ditentukan, teknik ini memungkinkan kostum menjadi lebih kokoh dengan menambahkan beberapa lapisan, seperti enam lapis koran, untuk memberikan struktur yang lebih baik.
Tak hanya itu, bagian leher dan pundak kostum juga dapat dibuat dengan mudah. Menggunakan karton dan plastik kresek, masyarakat diajak untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dalam merangkai bagian-bagian kostum. Karton yang dilipat dengan pola lengkung menciptakan bentuk leher yang ideal, sementara plastik kresek memberikan daya tarik pada bagian pundak. Setelah selesai dengan struktur dasar, hiasan tambahan menggunakan kertas warna-warni, seperti kertas asturo kuning, dapat ditempel untuk meningkatkan estetika kostum.
Inisiatif ini tidak hanya mengajarkan keterampilan bagi anak-anak, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya mendaur ulang barang bekas. Dengan kreativitas dan kesederhanaan, karnaval sekolah di Blitar kini bisa menjadi ajang pengembangan imajinasi sekaligus pementasan nilai-nilai lingkungan kepada generasi muda.