- Puguh Ahmad Miftahudin berhasil meraih Rp1 miliar sebagai bekal memulai usaha.
- Usaha kuliner 'Jajanku' berkembang pesat dengan beberapa booth di Blitar Selatan.
- Puguh menunjukkan proses yang benar dalam menjadi TKI, melibatkan biaya yang lebih terjangkau.
Dalam perjalanan inspiratif yang mencerminkan ketekunan dan semangat kewirausahaan masyarakat Blitar, Puguh Ahmad Miftahudin, mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Salamrejo, Kecamatan Binangun, berhasil mengubah peluang menjadi kesuksesan. Setelah mengabdi selama lebih dari tiga tahun di Korea Selatan, Puguh pulang kampung dengan tabungan mencapai Rp1 miliar. Uang tersebut ia alokasikan untuk membeli rumah, tanah, dan memulai usaha kuliner yang ia beri nama โJajankuโ.
Dengan mengusung konsep jajanan lokal, Puguh tidak hanya menjawab kebutuhan pasar yang sedang meningkat di Blitar Selatan, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Saat ini, bisnis yang dimulainya telah berkembang dengan beberapa booth yang tersebar di wilayah tersebut. Puguh menegaskan, usaha ini merupakan bentuk kontribusinya untuk meningkatkan ekonomi lokal dan membantu keluarga di sekitar.
Puguh juga berbagi pengalamannya sebagai TKI yang dimulai dari niat untuk memperbaiki ekonomi keluarganya. Ia mengikuti program resmi pemerintah, dimulai dengan kursus bahasa Korea di Lembaga Pelatihan Kerja dengan biaya Rp3,5 juta yang ia bayar sendiri. Menurutnya, informasi yang menyebutkan bahwa calon TKI harus mengeluarkan biaya hingga Rp100 juta untuk bekerja di Korea tidak sepenuhnya akurat, apabila mengikuti prosedur resmi yang ada.
Kisah Puguh bukan hanya sekadar perjalanan pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pemuda Blitar untuk tidak takut mengambil langkah berani dan memanfaatkan peluang yang ada demi peningkatan kualitas hidup, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat sekitar.