Selasa, 04 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Kepergian Zainal Abidin, Diding Boneng, Sang Legenda Hiburan Blitar

Kepergian Zainal Abidin, Diding Boneng, Sang Legenda Hiburan Blitar

Kepergian Zainal Abidin, Diding Boneng, Sang Legenda Hiburan Blitar
Poin Penting:
  • Zainal Abidin, atau Diding Boneng, meninggal pada usia 76 tahun dan dikenal sebagai hansip legendaris.
  • Selama hidupnya, Diding berkontribusi besar dalam dunia seni dan budaya di Blitar.
  • Sanggar Perkasa mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi Diding dalam mengajar dan menginspirasi.

Kita berduka atas kepergian Zainal Abidin, yang lebih dikenal dengan julukan Diding "Boneng", seorang aktor dan komedian legendaris asal Blitar. Diding meninggal dunia pada hari Senin, 3 Agustus 2026, pada usia 76 tahun. Berita duka ini disampaikan melalui akun Instagram Sanggar Perkasa, tempat di mana ia mengabdikan diri sebagai pengajar seni bagi generasi muda. Sanggar Perkasa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Diding atas ilmu, pengalaman, dan semangat yang telah dibagikannya kepada masyarakat, terutama kepada para seniman yang belajar di sana.

Zainal Abidin, yang lahir pada 3 Maret 1950, telah meninggalkan warisan yang tak ternilai di dunia hiburan Indonesia, khususnya melalui karakter hansip yang ia perankan dengan sangat ikonik pada era 80-an. Namanya diingat oleh banyak orang berkat perannya dalam film-film Warkop DKI, yang menjadi bagian dari sejarah komedi Indonesia. Sebelum berpulang, Diding dikabarkan sempat menjalani perawatan intensif akibat penyakit asma yang dideritanya.

Masyarakat Blitar kehilangan salah satu sosok yang sangat dihormati dan dicintai. Diding Boneng tidak hanya dikenal sebagai seniman, tetapi juga sebagai inspirator yang selalu berusaha membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada orang lain. Kenangan akan dedikasi dan semangatnya dalam berkesenian akan selalu hidup di hati para muridnya dan pecinta seni, serta merupakan bagian dari budaya lokal yang patut dilestarikan. Diding juga terlibat dalam film terbaru "Badarawuhi di Desa Penari", yang dirilis pada tahun 2024, menunjukkan bahwa passion-nya dalam berkarya tetap berkobar hingga akhir hayatnya.