- Kematian YP dipastikan tidak terkait dengan pertunjukan sound horeg.
- YP memiliki riwayat kesehatan yang buruk dan baru saja menjalani operasi.
- Acara sound horeg tetap diawasi dan dikawal oleh pihak kepolisian untuk memastikan keselamatan.
Seorang warga Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, berinisial YP (45), dilaporkan meninggal dunia setelah menyaksikan pertunjukan sound horeg pada Sabtu, 19 September. Kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat tentang keselamatan selama acara hiburan. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa kematian YP tidak disebabkan oleh suasana acara tersebut. Menurut Kapolres Blitar, AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, YP diketahui memiliki riwayat kesehatan yang buruk dan telah mengalami penyakit sebelumnya.
Kejadian tragis ini terjadi saat YP sedang menonton pertunjukan bersama suami dan anaknya di Desa Darungan, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumah mereka. Pada waktu yang bersamaan, akivitas acara sound horeg dalam posisi jeda untuk Salat Magrib. Setelah menyelesaikan ibadah, YP tiba-tiba tak berdaya dan meninggal di musala. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, pihak medis menyatakan bahwa YP telah meninggal dunia.
Kapolres Blitar menekankan pentingnya pemahaman bahwa sound horeg tidak ada hubungannya dengan kejadian tersebut. Tim dari Polsek Kanigoro dan Polsek Lobar juga telah melakukan peninjauan ke rumah para korban dan lokasi kejadian untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. Berdasarkan informasi dari keluarga, YP diduga menderita sakit serius seperti kista yang baru saja dioperasi, serta ada indikasi penyakit jantung. Keluarga pun menerima kejadian ini sebagai musibah yang tidak dapat dihindari, meski situasi ini tetap menggugah perhatian publik terhadap keselamatan aktivitas hiburan di daerah Blitar.