- Kebakaran pabrik gula merah terjadi akibat tumpukan sepah tebu terkena bara api.
- Proses pemadaman dilakukan dengan cepat, menghindari kerugian material yang signifikan.
- Pentingnya kewaspadaan dan prosedur keselamatan di lingkungan industri untuk mencegah insiden serupa.
Sebuah insiden kebakaran terjadi di pabrik gula merah milik Suharto yang terletak di Bendiljati Kulon, Sumbergempol, Tulungagung pada Sabtu, 27 Juni 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga berasal dari api tungku penggilingan yang menyambar tumpukan sepah tebu. Menurut Iwan Supriyono, Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung, kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik pabrik ketika ia keluar rumah dan melihat api mulai membakar bahan sisa produksi gula merah.
Iwan menjelaskan bahwa ada kemungkinan sepah tebu yang menumpuk tersebut terpapar sisa panas atau bara api yang masih menyala setelah kegiatan produksi yang dilakukan sebelumnya. Penanggulangan kebakaran dilakukan dengan cepat, di mana DPKP menerjunkan dua armada pemadam kebakaran dan satu mobil suplai air. Beruntung, tindakan darurat yang dilakukan oleh pemilik pabrik sebelum petugas tiba berhasil membantu meminimalisir penyebaran api, sehingga proses pemadaman dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu setengah jam.
Meski kebakaran ini mengakibatkan kerusakan, namun pihak DPKP menyatakan bahwa kerugian materi tidak mencapai jumlah yang signifikan, karena mesin dan peralatan produksi berhasil diselamatkan. Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lokasi-lokasi yang rentan seperti pabrik gula. Diharapkan, kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang melalui peningkatan pemahaman dan implementasi prosedur keselamatan yang lebih baik di lingkungan industri.