Selasa, 11 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Kebakaran Kandang Ayam di Desa Bendungan Diduga akibat Kebocoran Gas: Kerugian Menghampiri Satu Miliar Rupiah

Kebakaran Kandang Ayam di Desa Bendungan Diduga akibat Kebocoran Gas: Kerugian Menghampiri Satu Miliar Rupiah

Kebakaran Kandang Ayam di Desa Bendungan Diduga akibat Kebocoran Gas: Kerugian Menghampiri Satu Miliar Rupiah
Poin Penting:
  • Kandang ayam di Desa Bendungan terbakar, diduga akibat kebocoran gas.
  • Kerugian diperkirakan mencapai satu miliar rupiah, melibatkan 8.000 ekor anak ayam.
  • Dinas Pemadam Kebakaran Tulungagung berhasil memadamkan api dalam waktu tiga jam tanpa merusak bangunan sekitar.

Sebuah insiden kebakaran yang merugikan terjadi pada dini hari, Selasa, 11 Agustus 2008, di Desa Bendungan, Kecamatan Gondang, Tulungagung. Kebakaran tersebut terjadi di sebuah kandang ayam sepanjang 100 meter milik KH. Nur Khotib, yang diduga disebabkan oleh kebocoran gas dari alat penghangat ayam. Api mulai membesar sekitar pukul 02.30 WIB dan dengan cepat merambat ke seluruh bagian kandang yang terbuat dari material mudah terbakar, menyebabkan kerugian diperkirakan mencapai satu miliar rupiah.

Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung, Bambang Pidekso, mengungkapkan bahwa kondisi kebakaran baru disadari ketika api telah meluas. Setelah menerima laporan dari warga setempat, pihak pemadam kebakaran menerjunkan dua armada pemadam dan satu mobil suplai air. Petugas berjuang selama kurang lebih tiga jam untuk memastikan api benar-benar padam. Beruntung, kebakaran ini tidak merambat ke bangunan di sekitar kandang.

Dampak dari kebakaran ini cukup signifikan, terlihat dari sekitar 8.000 ekor anak ayam yang turut terpanggang dalam insiden tersebut. Diharapkan, kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi para peternak di wilayah Blitar dan sekitarnya untuk lebih waspada terhadap penggunaan alat pemanas berbahan gas, demi mencegah terulangnya tragedi serupa. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika melihat kebocoran atau kebakaran yang mencurigakan untuk meminimalisir potensi kerugian yang lebih besar.