- Jamasan Gong Kiai Pradah menarik ribuan pengunjung di Blitar sebagai bagian dari warisan budaya.
- Acara tersebut tidak hanya melestarikan tradisi, tapi juga mempromosikan UMKM lokal.
- Kolaborasi antara pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata diharapkan dapat mendatangkan wisatawan.
Kegiatan Jamasan atau Siraman Gong Kiai Pradah yang digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Alun-Alun Kawedanan Sutojayan, kembali menarik perhatian masyarakat Kabupaten Blitar. Ribuan warga dari berbagai penjuru hadir untuk menyaksikan prosesi yang menjadi bagian dari warisan budaya tak benda dan rutin dilaksanakan setiap tahunnya setelah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Antusiasme masyarakat tampak mengalir deras, seperti yang diungkapkan oleh Rini, seorang warga Panggungrejo yang menyatakan komitmennya untuk selalu hadir dalam acara ini. Menurutnya, Jamasan bukan hanya menjadi sarana untuk melestarikan budaya, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan menikmati pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang turut ambil bagian dalam rangkaian acara.
Bupati Blitar, Rijanto, dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya Jamasan Gong Kiai Pradah sebagai salah satu ikon wisata budaya di Blitar. Ia menekankan nilai historis, spiritual, serta estetika seni dari tradisi ini, serta perlunya kolaborasi antara pelestarian tradisi dan pengembangan sektor pariwisata. Dengan cara ini, diharapkan acara ini tidak hanya mampu menjaga warisan leluhur, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari dalam maupun luar negeri, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Kegiatan yang sarat akan makna ini menunjukkan bahwa masyarakat Blitar memiliki rasa kebersamaan dan kepedulian tinggi terhadap warisan budaya. Melalui partisipasi aktif dalam tradisi seperti Jamasan, diharapkan generasi mendatang dapat terus melestarikan dan menghargai warisan budaya yang ada.