- Ilham Pangestu Harwoko menjadi perwakilan Jawa Timur di ajang PPBN 2026.
- Ketertarikan Ipang pada batik dimulai dari potensi ekonomi kreatif di Kota Blitar.
- Kreativitas dan dedikasi Ipang menghasilkan motif Sekardharma Batik yang telah mendapatkan HAKI.
Ilham Pangestu Harwoko, pemuda berbakat asal Kelurahan Sentul, Kota Blitar, berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan menjadi satu-satunya perwakilan dari Jawa Timur dalam ajang Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026. Melalui kontes ini, Ipang tidak hanya mempertunjukkan pesona batik Blitar kepada publik yang lebih luas, tetapi juga membawa narasi unik dari tradisi batik daerahnya.
Perjalanan Ipang dengan batik bermula ketika ia diamanahi sebagai Wakil I Kangmas Kota Blitar pada tahun 2021. Sejak saat itu, ketertarikan dan kecintaannya terhadap batik semakin terasah, terutama setelah menyaksikan potensi ekonomi kreatif yang dimiliki oleh kampungnya, termasuk Kampung Wisata Batik Turi. "Saya mulai menyadari bahwa batik bukan sekadar kain, tetapi memuat cerita yang dalam serta memperlihatkan keterampilan para pengrajin yang ada di belakangnya," ungkap Ipang.
Setelah meraih gelar di ajang Putra Putri Batik Jawa Timur, Ipang semakin berinisiatif untuk menggali pengetahuan tentang batik. Dia aktif mendalami seni ini melalui berbagai kunjungan ke daerah-daerah di Jawa Timur seperti Kediri, Malang, Tuban, dan Surabaya. Perjalanannya ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menyatukan berbagai cerita dan proses kreatif di balik setiap motif batik yang ia temui.
Dengan latar belakang di bidang desain grafis, Ipang tidak hanya mempelajari sejarah dan budaya batik, tetapi juga mulai menciptakan motifnya sendiri. Karya terbarunya, Sekardharma Batik, diambil dari inspirasi perjuangan tentara Pembela Tanah Air (PETA) dan telah mendapatkan pengakuan hukum sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Melalui usaha dan dedikasi ini, Ipang menunjukkan betapa batik dapat menjadi simbol dari identitas dan kebanggaan lokal, membawa Blitar untuk lebih dikenal di panggung nasional.