- Hermanto telah mengabdikan hampir sembilan tahun untuk menjaga rusa timor di Jatilengger.
- Meskipun berasal dari latar belakang tukang las, Hermanto memilih untuk berkarir di bidang konservasi.
- Dedikasi Hermanto dalam perawatan rusa mencerminkan komitmen masyarakat Blitar terhadap pelestarian lingkungan.
Di tengah kehijauan pepohonan Alas Maliran, Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, terdapat sosok yang tak kenal lelah menjaga kelestarian rusa timor. Hermanto, seorang pria berusia 45 tahun, telah mengabdikan dirinya selama hampir sembilan tahun di Penangkaran Rusa Jatilengger, meskipun pengelolaan penangkaran ini masih dibayangi dengan keterbatasan anggaran. Tugasnya tidak hanya menjaga hewan, tetapi juga melestarikan seni dan budaya lokal yang menempatkan satwa dalam kehidupan masyarakat.
Setiap hari, sebelum pengunjung datang untuk menyaksikan keindahan rusa timor, Hermanto sudah berkeliling memantau kondisi kandang dan lingkungan sekitarnya. Rutinitas ini telah menjadi bagian integral dari hidupnya sejak tahun 2017, saat ia memutuskan untuk beralih dari pekerjaannya sebagai tukang las ke dalam bidang konservasi yang memerlukan dedikasi tinggi. Meskipun memiliki latar belakang yang jauh dari konservasi satwa, Hermanto melihat kesempatan ini sebagai sebuah panggilan untuk memberikan kontribusi lebih bagi lingkungan dan masyarakat.
Perjalanannya ke dunia penangkaran rusa dimulai ketika ia terlibat dalam proyek pembuatan pagar di kawasan Alas Maliran. Begitu proyek tersebut selesai, Hermanto ditawari kesempatan untuk menjadi pegawai tetap di penangkaran. Ia memilih untuk menerima tawaran tersebut, melepaskan pekerjaan serabutan yang selama ini dijalaninya. Tanpa diduga, langkah yang diambil dengan penuh keyakinan ini menjadikannya sebagai salah satu penjaga rusa terawal yang berkomitmen terhadap konservasi.
Pengabdiannya selama hampir satu dekade dalam merawat rusa Jatilengger bukan hanya soal pekerjaan; ini adalah wujud cinta Hermanto terhadap alam. Sebagai penjaga, ia merasa bangga dapat berkontribusi dalam pelestarian fauna lokal yang menjadi bagian dari ekosistem Blitar. Dengan tekad dan dedikasinya, Hermanto menunjukkan kepada kita semua bahwasanya setiap individu, meski berasal dari latar belakang yang berbeda, dapat membuat perubahan positif terhadap lingkungan serta budaya di sekitarnya.