- Pemprov Jabar prioritaskan pembangunan infrastruktur dalam APBD 2026.
- Proyek infrastruktur dilakukan dengan skema multiyears untuk efisiensi anggaran.
- Fokus pembangunan infrastruktur ditujukan untuk daerah dengan kemacetan tinggi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu agenda utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026. Dalam upaya untuk merespons kebutuhan masyarakat akan kemudahan akses dan perbaikan infrastruktur, sejumlah proyek strategis telah dirancang. Proyek-proyek ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah termasuk di Blitar.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan dijalankan dengan skema multiyears, yaitu pelaksanaan secara bertahap yang mencakup lebih dari satu periode anggaran. Pendekatan ini diambil untuk mengatasi kompleksitas dan besarnya anggaran yang diperlukan bagi proyek-proyek infrastruktur yang vital bagi masyarakat.
Fokus utama dari pembangunan ini mencakup wilayah-wilayah yang sering mengalami kemacetan lalu lintas. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan jembatan layang di Kota Bekasi, yang diharapkan dapat mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Di samping itu, Pemprov Jawa Barat juga akan mengidentifikasi dan menangani masalah kemacetan yang terjadi di daerah seperti Karawang Barat, sehingga manfaat dari pembangunan infrastruktur ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk masyarakat Blitar yang berpotensi terhubung dengan wilayah tersebut melalui sistem transportasi yang lebih baik.