- Pasar Murah di Blitar merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim untuk menekan inflasi.
- Harga komoditas di Pasar Murah jauh di bawah HET berkat subsidi dari Pemprov Jatim.
- Acara ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pokok tetapi juga memperkuat daya beli masyarakat lokal.
Blitar – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melanjutkan komitmennya dalam menyediakan kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat dengan menggelar Pasar Murah di Lapangan Brubuh, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, pada Sabtu (5/9). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35 dan mencatat sebagai pelaksanaan ke-118 dari program serupa yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung untuk meninjau acara tersebut dan menjelaskan bahwa harga komoditas yang ditawarkan jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) serta rata-rata harga pasar. Hal ini dimungkinkan berkat subsidi langsung dari Pemprov Jatim, yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sembako harian masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Dalam penjelasannya, Khofifah menyatakan, "Pasar murah ini adalah salah satu langkah kami dalam memperluas jaringan suplai logistik bagi masyarakat di daerah. Kami berharap dapat memberikan akses yang lebih baik terhadap kebutuhan pokok dengan tarif yang lebih rendah. Selain itu, ini juga merupakan upaya kolaboratif dengan program-program stabilisasi pangan yang telah diterapkan di daerah oleh para bupati dan walikota."
Di pasar murah ini, berbagai komoditas penting disediakan dengan harga sangat terjangkau. Sebagai contoh, beras medium dijual seharga Rp 11.000 per kg, sementara beras premium seharga Rp 14.000 per kg. Untuk kebutuhan lainnya, minyak goreng dijual Rp 13.000 per liter, gula pasir Rp 14.000 per kg, dan tepung terigu Rp 10.000 per kg. Selain itu, komoditas protein seperti telur ayam ras seharga Rp 20.000 per pack dan daging ayam ras Rp 32.000 per pack juga tersedia. Khofifah menekankan pentingnya pasar murah ini tidak hanya sebagai event transaksi, tetapi juga sebagai upaya untuk memperkuat daya beli masyarakat lokal di tengah inflasi yang mengkhawatirkan.