- Dinkes Kota Blitar melakukan fogging di sekolah-sekolah untuk antisipasi DBD.
- Pelaksanaan fogging murni sebagai pencegahan, bukan akibat adanya kasus baru.
- Perlu diimbangi dengan rutin pemberantasan sarang nyamuk oleh masyarakat.
Kota Blitar kini menjadi fokus perhatian dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama di lingkungan pendidikan. Sejak September 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar telah meluncurkan program fogging yang menyasar berbagai sekolah, dari taman kanak-kanak hingga tingkat SMA/SMK. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD menjelang masa puncak penularan.
Salah satu lokasi yang dijadikan sasaran adalah SDN 1 Bendogerit dan TKN Bendogerit yang terletak di Kecamatan Sananwetan. Pelaksanaan fogging pada Rabu, 14 Oktober, berlangsung efektif dengan peliburan seluruh siswa sebagai dukungan terhadap kegiatan ini. Petugas dari Puskesmas Sananwetan melakukan penyemprotan insektisida di seluruh area sekolah, mulai dari ruang kelas hingga halaman, untuk mengendalikan populasi nyamuk dewasa yang dapat menjadi vektor penular penyakit.
Irene Cosmalinda Agatha, Koordinator DBD di Puskesmas Sananwetan, menegaskan bahwa pelaksanaan fogging tidak berarti ada kehadiran kasus baru DBD di lokasi tersebut. Justru, ini adalah inisiatif pencegahan yang sangat penting untuk menekan risiko penularan, terutama bagi anak-anak yang berisiko lebih tinggi terhadap penyakit ini. Kegiatan ini sedang dilakukan secara serentak oleh tiga puskesmas di berbagai sekolah di Kota Blitar.
Meski fogging diharapkan dapat membantu menanggulangi masalah, Irene tetap mengingatkan bahwa upaya ini perlu dipadu dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat dan lingkup sekolah. Kesadaran masyarakat dalam menjalankan upaya pencegahan menjadi sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman dari DBD.