- Fabregas Como 1907 meraih satu poin dalam pertandingan perdana Serie A melawan Udinese.
- Tim menunjukkan semangat bertarung meskipun sempat tertinggal sebelum berhasil menyamakan kedudukan.
- Cesc Fabregas menilai penampilan timnya lebih baik dibandingkan asumsi negatif setelah kebobolan.
Dalam pembukaan musim baru Serie A, Fabregas Como 1907 menunjukkan sikap yang penuh semangat meskipun harus kembali dari markas Udinese dengan satu poin setelah bermain imbang 1-1. Pelatih Cesc Fabregas mencermati banyak aspek positif dalam performa timnya, bahkan ia merasa anak asuhnya seharusnya bisa membawa pulang tiga poin dalam pertandingan tersebut.
Pertandingan di markas Udinese berlangsung sengit sejak awal. Tim tuan rumah, Udinese, berhasil mencetak gol pembuka pada menit ke-30 melalui Hasan Kamara, yang membuat Como 1907 berada dalam kondisi tertekan. Meskipun demikian, Como tidak kehilangan arah; setelah turun minum, mereka tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan berkat gol dari Dovikas pada menit ke-54.
Dengan skor 1-1, kedua tim mulai memperagakan permainan yang lebih terbuka. Como 1907 mulai berani mengambil kendali atas permainan dan berusaha menggencarkan tekanan untuk meraih gol kedua. Menanggapi kritik yang menyebut timnya tampil kurang baik sebelum kebobolan, Fabregas menegaskan bahwa timnya sudah merencanakan permainan dengan baik hingga pertandingan memasuki menit ke-21. Dengan demikian, bagi Fabregas, menggugurkan satu gol dari lawan tidak seharusnya menjadi tolak ukur untuk menilai keseluruhan performa tim. Yang paling krusial adalah bagaimana tim menunjukkan reaksi dan semangat bertarung ketika dalam posisi tertinggal.