Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Waspada Potensi Tsunami dari Gempa NTT: Apa Dampaknya bagi Pesisir Jawa Timur?

Waspada Potensi Tsunami dari Gempa NTT: Apa Dampaknya bagi Pesisir Jawa Timur?

Waspada Potensi Tsunami dari Gempa NTT: Apa Dampaknya bagi Pesisir Jawa Timur?
Poin Penting:
  • Gempa 7,7 di NTT berpotensi memicu tsunami, namun dampak ke pesisir Jawa Timur relatif kecil.
  • Dorongan dasar laut akibat gempa berperan dalam pembentukan gelombang tsunami.
  • Pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan tanggap darurat tsunami.

SURABAYA - Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada baru-baru ini menyita perhatian para ahli geologi, termasuk Prof. Amien Widodo dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencabut peringatan dini tsunami, simulasi menyebutkan bahwa gelombang tsunami berpotensi menjalar hingga ke Bali Utara, bagian utara Lombok, dan sebagian pesisir Jawa Timur, termasuk wilayah Situbondo dan sekitarnya.

Menurut Prof. Amien, karakteristik gempa dan pergeseran dasar laut di kawasan Laut Flores berperan penting dalam penyebaran gelombang tsunami. Tindakan vertikal yang terjadi akibat aktivitas geologis seperti sesar naik menyebabkan dorongan di dasar laut, yang dalam turnya bisa memicu gelombang besar. "Gelombang di Laut Flores bisa mempengaruhi daerah sekitar, termasuk Bali dan Jawa Timur, namun kemungkinan dampak tsunami di pesisir Jawa Timur dianggap relatif kecil," ungkapnya.

Pakar ini menyoroti bahwa meskipun potensi gelombang menjalar jauh, besarnya dorongan dan pergeseran di dasar laut di Laut Flores masih tergolong minim. Pengukuran lebih dekat ke epicenter gempa, seperti di Labuan Bajo, menunjukan perubahan permukaan air dalam kisaran kurang dari 30 sentimeter. Oleh sebab itu, dengan jarak semakin jauh dari sumber, tinggi gelombang tsunami diperkirakan juga akan berkurang.

Ini merupakan pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada dan memahami dampak dari fenomena alam, meski ancaman potensial ke Jawa Timur tidak begitu signifikan. Edukasi mengenai gejala awal tsunami dan langkah-langkah evakuasi tetap menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko dan ketidakpastian di hadapan bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.