- Candi Penataran adalah kompleks candi terluas di Jawa Timur dengan luas sekitar 12.946 meter persegi.
- Dikenal sebagai pusat spiritual kerajaan pada masa lalu, candi ini menjadi saksi perkembangan tiga kerajaan besar: Kediri, Singasari, dan Majapahit.
- Keberadaan relief yang mendetail dan kolam suci menambah daya tarik sejarah dan budaya candi ini bagi pengunjung.
Candi Penataran, terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, merupakan destinasi wisata bersejarah yang sangat diminati oleh masyarakat dan wisatawan. Berdiri megah di lereng barat Gunung Kelud dengan ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut, kompleks candi ini mengemban status sebagai kompleks candi terluas di Jawa Timur, mencakup area seluas lebih dari 12.946 meter persegi. Keunikan serta keindahannya menjadikan candi ini sebagai jendela yang membuka cerita masa lalu yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual, termasuk pengaruh dari tiga kerajaan besar di Nusantara: Kediri, Singasari, dan Majapahit.
Kompleks Candi Penataran terbagi menjadi tiga halaman utama, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Setibanya di lokasi, pengunjung akan langsung disambut dengan pelataran luas yang dihiasi umpak batu, relief menawan, dan tangga dengan ornamen kepala naga. Suasana sejuk dan taman yang terawat dengan baik memperkaya pengalaman mengunjungi situs bersejarah ini, dan memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan ketenteraman saat menjelajahi arsitektur kuno yang diukir oleh tangan manusia pada abad ke-12 hingga ke-14.
Dari aspek konstruksi, Candi Penataran mayoritas dibuat dari batu andesit yang diperoleh dari sekitar Gunung Kelud, mendapatkan bahan baku dari lingkungan sekitar yang kaya akan batuan vulkanik. Perpaduan bata merah pada beberapa bagian bangunan juga menunjukkan teknik konstruksi yang beragam pada saat pembangunannya. Candi ini pertama kali dibangun oleh Kerajaan Kediri sekitar tahun 1197 Masehi dan mengalami berbagai tahap perbaikan serta penyempurnaan hingga layak menjadi simbol kejayaan Majapahit, dengan catatan dalam Kitab Negarakertagama pada tahun 1365 Masehi, menyatakan bahwa Raja Hayam Wuruk pun pernah melaksanakan ritual penting di sini.
Merunut sejarahnya, Candi Penataran tidak hanya memiliki fungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Hindu, tetapi juga sebagai pusat spiritual kerajaan untuk memohon keselamatan dan menghindari bencana alam, terutama ancaman dari aktifitas Gunung Kelud. Hal ini menjadikan candi ini tidak hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga simbol harapan dan kedamaian bagi masyarakat pada masanya.
Keberadaan relief yang indah dan jelas menambah daya tarik kawasan ini, dengan berbagai kisah yang terukir di dinding, mulai dari cerita keagamaan hingga mitologi. Pengunjung juga dapat melihat arca, bangunan candi induk, serta struktur kuno lainnya yang masih terjaga. Di bagian belakang kompleks, terdapat petirtaan yang dulunya digunakan untuk penyucian diri sebelum memasuki area utama candi, yang kini masih dihuni ikan-ikan besar. Tradisi melempar koin ke dalam kolam suci ini masih dilakukan oleh para pengunjung, melestarikan kearifan lokal yang telah terjaga sepanjang waktu. Dengan sejuta pesona sejarah, keindahan arsitektur, dan lingkungan yang asri, Candi Penataran merupakan destinasi yang wajib dikunjungi oleh siapa saja, terutama bagi mereka yang mencintai budaya dan warisan Nusantara.