- BRI berhasil menekan biaya dana dan memperkuat profitabilitas melalui peningkatan CASA.
- Total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.555,1 triliun dengan pertumbuhan tahunan 9,4%.
- Strategi transformasi BRI melibatkan digitalisasi layanan perbankan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, atau BRI, terus menunjukkan komitmen dalam melakukan transformasi bisnis yang berkelanjutan melalui penguatan struktur pendanaan. Dalam rangka menghadapi tantangan ekonomi global yang tidak menentu, BRI berhasil menekan biaya dana (cost of fund / CoF) dan memperkuat profitabilitas. Strategi yang berfokus pada peningkatan dana murah, khususnya melalui pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK), telah membawa hasil yang menggembirakan bagi bank milik negara ini.
Hingga Maret 2026, BRI mencatat DPK sebesar Rp1.555,1 triliun, tercatat meningkat sebesar 9,4% dibandingkan tahun lalu. Dari total tersebut, dana murah yang berasal dari Current Account Saving Account (CASA) berhasil mendominasi dengan nilai mencapai Rp1.058,6 triliun, atau sekitar 68,07% dari total DPK. Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap BRI dan kemampuannya dalam menyediakan layanan perbankan yang efisien dan tepat sasaran.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa penguatan CASA merupakan bagian integral dari strategi transformasi perseroan. โKenaikan volume transaksi yang terjadi melalui berbagai kanal digital seperti BRImo, QLola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI, telah berkontribusi besar terhadap efisiensi biaya dana dan kualitas struktur pendanaan. Dengan fondasi yang lebih kuat, BRI siap untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, serta pengelolaan risiko yang lebih baik di masa mendatang,โ kata Hery.
BRI tidak hanya berhasil dalam meningkatkan struktur pendanaan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah dan masyarakat. Dengan fokus pada inovasi dan teknologi, BRI bertekad untuk terus memberikan kemudahan dan layanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah Blitar, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.