Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Literasi Jaminan Sosial di Jawa Timur melalui Sinergi dengan Media

BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Literasi Jaminan Sosial di Jawa Timur melalui Sinergi dengan Media

BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Literasi Jaminan Sosial di Jawa Timur melalui Sinergi dengan Media
Poin Penting:
  • BPJS Ketenagakerjaan menjalin sinergi dengan media untuk meningkatkan literasi jaminan sosial.
  • Hingga Juli 2026, terdapat 48 juta peserta aktif dengan total klaim Rp 42 triliun.
  • Program PEKA diharapkan dapat menjadi dukungan ekonomi berkelanjutan bagi pekerja dan ahli waris.

MALANG – Dalam upaya memperkuat literasi jaminan sosial, BPJS Ketenagakerjaan menjalin kerjasama strategis dengan berbagai media massa yang ada di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama para pekerja, mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Komitmen ini ditekankan melalui agenda Media Gathering yang dilaksanakan di Malang pada hari Senin, 24 Agustus 2023.

Dalam kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan ingin mentransformasi cara penyampaian informasi dari sekedar berita menjadi sebuah gerakan kolektif yang fokus pada perlindungan hak-hak pekerja, khususnya bagi mereka yang bekerja di sektor informal. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengungkapkan bahwa peranan media sangat penting sebagai mitra dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

"Media bukan hanya sebagai saluran publikasi, tetapi juga sebagai mitra strategis yang dapat menyajikan informasi tentang perlindungan secara sederhana, relevan, dan terpercaya. Dengan cara ini, kami berharap lebih banyak pekerja yang memahami pentingnya melindungi diri dan keluarga mereka," jelas Saiful. Ia juga menjelaskan bahwa hingga Juli 2026, BPJS Ketenagakerjaan sudah mencakup sekitar 48 juta peserta aktif di seluruh Indonesia, dengan total dana jaminan sosial yang dibayarkan mencapai Rp 42 triliun dari 3,6 juta klaim yang diajukan, serta bantuan beasiswa untuk sekitar 90.000 anak pekerja.

Namun, tantangan masih ada, terutama bagi para pekerja informal, di mana dari potensi 77,8 juta pekerja informal di Indonesia, hanya sekitar 13,5 juta yang terdaftar sebagai peserta aktif. Untuk mengatasi hal ini, BPJS Ketenagakerjaan menerapkan pendekatan bernama Value Beyond Protection. Salah satu inisiatif yang diluncurkan adalah Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA), yang di soft launching pada 18 Agustus 2026 lalu secara serentak di 37 provinsi termasuk Jawa Timur. Program ini dirancang agar bantuan yang diterima peserta maupun ahli waris tidak hanya berhenti sebagai bantuan semata, tetapi juga dapat digunakan sebagai modal usaha untuk meningkatkan kemandirian ekonomi peserta secara berkelanjutan.