Selasa, 21 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Bonsai Santigi Seharga Rp1,5 Miliar Curi Perhatian di Pameran Nasional

Bonsai Santigi Seharga Rp1,5 Miliar Curi Perhatian di Pameran Nasional

Bonsai Santigi Seharga Rp1,5 Miliar Curi Perhatian di Pameran Nasional
Poin Penting:
  • Bonsai santigi berusia 15 tahun ditawarkan dengan harga Rp1,5 miliar di pameran bonsai.
  • Proses perawatan bonsai santigi menghadapi berbagai tantangan sebelum terlihat hasil yang optimal.
  • Kualitas air menjadi faktor penting dalam perkembangan bonsai, terbukti setelah pemindahannya ke lokasi baru.

Jakarta - Dalam sebuah pameran bonsai yang diadakan baru-baru ini, bonsai santigi berusia 15 tahun berhasil menarik perhatian pengunjung setelah ditawarkan dengan harga mencapai Rp1,5 miliar. Pohon dengan ukuran medium ini menunjukkan kualitas yang luar biasa melalui karakter batangnya yang telah matang, akar yang kokoh, dan struktur percabangan yang indah, hasil dari proses perawatan yang sangat telaten.

Pameran tersebut menampilkan beragam jenis bonsai, di antaranya anting putri, santigi, serut, kingkit, dan senensis. Namun, bonsai santigi tampil menonjol karena tidak hanya nilai jualnya yang tinggi tetapi juga keindahan visual yang memikat. Pemilik bonsai, yang telah merawat pohon tersebut sejak 2009, berbagi cerita mengenai perjalanan panjang dalam membentuk karakter pohon menjadi seperti yang terlihat saat ini.

Meskipun perawatan bonsai santigi telah dilakukan secara rutin selama tersebut, pemiliknya mengungkapkan bahwa perkembangan pohon ini tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya, pertumbuhan bonsai tersebut terhambat dan tidak membuahkan hasil yang diharapkan, bahkan pada masa perawatan oleh orang lain sebelumnya. Namun, semua berubah ketika pohon ini dipindahkan ke lokasi baru. Dalam waktu kurang dari satu tahun, bonsai santigi ini menunjukkan pertumbuhan yang lebih subur. Pemiliknya mengaitkan perubahan tersebut dengan kualitas air di lingkungan barunya, yang dinilai lebih sesuai untuk perkembangan pohon.

Kini, setelah pindah ke Jakarta, pemilik bonsai hanya menyisakan satu koleksi bonsai santigi di tangan, berbeda ketika ia masih tinggal di Bali dengan koleksi yang lebih banyak. Keberhasilan merawat bonsai ini bukan hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga menarik perhatian publik di pameran, memberikan inspirasi bagi para pecinta bonsai lokal di Blitar untuk lebih menghargai dan merawat tanaman hias tersebut.