- 650 RT di Kota Blitar berpartisipasi dalam tradisi ambeng untuk Haul Bung Karno.
- Seluruh biaya ambeng dibiayai swadaya masyarakat tanpa anggaran pemerintah.
- Setiap kelurahan akan mengirimkan satu ambeng terbaik untuk mendapatkan penghargaan.
Dalam rangka merayakan Haul Bung Karno tahun ini, Kota Blitar kembali menunjukkan semangat kolektif masyarakatnya dengan melibatkan partisipasi dari tingkat lingkungan. Sebanyak 650 Rukun Tetangga (RT) dari 21 kelurahan di wilayah ini berkomitmen untuk menyiapkan ambeng sebagai bagian dari tradisi yang telah menjadi agenda rutin setiap bulan Juni. Hal ini menggambarkan betapa pentingnya nilai gotong royong dalam peringatan tersebut.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Rike Rochmawati, menegaskan bahwa semua ambeng yang disajikan oleh masyarakat dikerjakan secara mandiri tanpa adanya dukungan dana dari pemerintah. Menurut Rike, keterlibatan masyarakat merupakan ciri khas yang membedakan peringatan Haul Bung Karno di Kota Blitar dengan daerah lain. "Anggaran yang digunakan sepenuhnya bersumber dari swadaya masyarakat," ungkapnya pada hari Sabtu (20/6/2026).
Dalam pelaksanaan peringatan ini, panitia juga mengadakan penilaian terhadap ambeng terbaik di tingkat kelurahan. Setiap kelurahan diharapkan mengirimkan satu ambeng terbaik yang akan mendapatkan apresiasi dari panitia. Rike menambahkan, "RT yang terpilih sebagai ambeng terbaik akan menerima penghargaan sebesar Rp 1 juta."
Tidak hanya melibatkan masyarakat lokal, acara ini juga mengundang sejumlah tamu kehormatan dari luar daerah. Di antara para tamu tersebut terdapat keluarga Bung Karno, kepala daerah se-Jawa Timur, serta anggota DPR RI yang diharapkan dapat menambah kemeriahan acara. "Kami ingin Haul Bung Karno bukan hanya menjadi peringatan, tetapi juga momen untuk mempererat rasa persatuan di antara kita semua," pungkas Rike.