Senin, 27 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Transformasi Budidaya Ikan Probiotik: Solusi Efisiensi dan Keberlanjutan di Kabupaten Blitar

Transformasi Budidaya Ikan Probiotik: Solusi Efisiensi dan Keberlanjutan di Kabupaten Blitar

Transformasi Budidaya Ikan Probiotik: Solusi Efisiensi dan Keberlanjutan di Kabupaten Blitar
Poin Penting:
  • Sistem budidaya ikan berbasis probiotik lebih efisien dan ramah lingkungan.
  • Metode kocor menyebabkan boros air dan listrik, meningkatkan biaya operasional.
  • Penerapan probiotik dapat menekan risiko penyakit dan meningkatkan produktivitas.

Dalam upaya meningkatkan efisiensi usaha perikanan air tawar, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mendorong penerapan sistem budidaya ikan berbasis probiotik. Metode ini diharapkan dapat menjadi solusi yang lebih hemat dibandingkan sistem kocor yang selama ini banyak digunakan oleh para pembudidaya. Selain menawarkan penghematan air, teknik probiotik juga dikenal lebih ramah lingkungan dan mampu mengurangi konsumsi listrik secara signifikan.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Disnakkan, Deki Nusa Asmara, menyampaikan bahwa meskipun sistem kocor masih dianggap sederhana dan mudah diterapkan, penggunaannya ternyata memiliki beberapa kelemahan. Di antaranya, kebutuhan akan pergantian air yang terus-menerus menyebabkan peningkatan penggunaan air dan energi listrik, yang pada gilirannya bisa mengganggu biaya operasional para pembudidaya. Deki menjelaskan, "Sistem kocor memang mendukung kemudahan, tetapi justru menambah beban biaya yang tidak perlu."

Lebih jauh, sistem kocor mengakibatkan banyak nutrisi yang terbuang bersama air buangan, sehingga meningkatkan Feed Conversion Ratio (FCR) dan membuat penggunaan pakan menjadi tidak efisien. Selain itu, risiko penyebaran penyakit juga meningkat karena air baru yang masuk ke dalam kolam bisa membawa patogen yang dapat menyerang ikan. Dengan beralih ke sistem budidaya berbasis probiotik, Disnakkan berharap dapat mengurangi risiko-risiko ini, sehingga produksi ikan di Kabupaten Blitar bisa lebih berkelanjutan dan ekonomis.