- Avanza 1300 cc turbo mengalami peningkatan tenaga hingga 195 HP melalui modifikasi yang mendalam.
- Modifikasi mencakup penguatan sistem pendinginan dan penggunaan komponen custom untuk mendukung performa tinggi.
- Beberapa gejala mekanis saat pengujian akselerasi menunjukkan bahwa modifikasi masih dalam tahap optimalisasi.
JAKARTA - Satu lagi inovasi menarik dari dunia otomotif nasional datang dari modifikasi Toyota Avanza 1300 cc turbo yang dimiliki oleh Leo Car Speed. Mobil ini menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan dengan versi standar. Dengan mengandalkan mesin 1.300 cc yang dipasangi turbocharger, Avanza yang diluncurkan pada tahun 2013 ini mampu memproduksi tenaga maksimum sebesar 195 HP dan torsi mencapai 250 Nm.
Awalnya, Avanza ini menggunakan mesin K3-VE dengan daya output standar hanya 92 PS dan torsi 120 Nm. Namun, setelah melalui proses pengembangan selama kurang lebih enam bulan hingga satu tahun di bengkel YAG yang terletak di Jakarta, konfigurasi mesin mengalami revamping yang drastis. Modifikasi ini tidak hanya meningkatkan tenaga menjadi lebih dari dua kali lipat, tetapi juga menggunakan ECU standalone MaxxECU Street dengan pengaturan boost 0,5 bar di atas spesifikasi awal.
Modifikasi yang dilakukan pada Avanza ini termasuk banyak aspek vital seperti pemasangan turbocharger, pipa intake, charge pipe, dan intake manifold yang semuanya dikerjakan secara custom. Untuk memastikan mesin dapat menahan tekanan tambahan dari turbo, bagian internal diperkuat dengan piston dan connecting rod khusus. Sistem pendinginan pun mendapat perhatian ekstra, dimana radiator dilengkapi dengan extra fan, dan ruang mesin dirapikan dengan konsep semi wire tuck sehingga terlihat lebih rapi dan teratur.
Tenaga hasil modifikasi ini kemudian dialirkan melalui transmisi otomatis empat percepatan milik Avanza yang telah diperkuat, mengingat transmisi sebelumnya mengalami selip saat berhadapan dengan tenaga mesin yang jauh lebih besar. Dalam pengujian, mobil ini tampak jauh lebih bertenaga dibandingkan dengan Avanza yang menggunakan mesin naturally aspirated, sementara suara knalpotnya tetap terdengar tenang pada saat digunakan dalam kecepatan santai. Namun, saat diuji akselerasi, ada gejala brebet terutama saat perpindahan dari gigi dua ke tiga, yang masih diperdebatkan penyebabnya - apakah berkaitan dengan pengaturan, kualitas bahan bakar, atau faktor lainnya.