Kamis, 06 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Tari Bedhaya Surya Nareswari: Menggugah Semangat Kepemimpinan Bung Karno di Bumi Blitar

Tari Bedhaya Surya Nareswari: Menggugah Semangat Kepemimpinan Bung Karno di Bumi Blitar

Tari Bedhaya Surya Nareswari: Menggugah Semangat Kepemimpinan Bung Karno di Bumi Blitar
Poin Penting:
  • Tari Bedhaya Surya Nareswari merupakan penghormatan kepada semangat kepemimpinan Bung Karno.
  • Koreografer Devita Sekar Amanda melakukan riset mendalam untuk menciptakan tarian ini.
  • Pertunjukan melibatkan pelajar lokal, memperkuat keterlibatan generasi muda dalam budaya dan seni.

Di kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar, Tari Bedhaya Surya Nareswari menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pelajar setempat. Tarian yang ditampilkan sebagai sambutan bagi para tamu kenegaraan ini bukan hanya sekadar seni, tetapi juga menyimpan pesan mendalam tentang kepemimpinan dan keteladanan. Karya dari koreografer muda asal Kecamatan Wlingi, Devita Sekar Amanda, mengingatkan kita akan keagungan pemimpin bangsa, Bung Karno, serta sosok Ratu Majapahit, Tribhuwana Tunggadewi, yang sama-sama memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

Devita, yang menciptakan tari ini pada tahun 2019, mengambil inspirasi dari kebijaksanaan Ratu Majapahit. Ia meyakini bahwa semangat nasionalisme dan persatuan yang dibawa oleh keduanya menjadi benang merah yang menghubungkan mereka, meski secara historis tidak ada hubungan langsung. Dalam proses kreatifnya, Devita melakukan riset mendalam mengenai karakter dan nilai-nilai yang dimiliki Bung Karno, sehingga tarian ini mampu menggambarkan sosok proklamator dengan tegas dan lembut.

Setiap gerakan dalam tari ini memiliki makna, di mana gerakan tegas melambangkan keberanian dan kepemimpinan Bung Karno, sementara kelembutan mendeskripsikan kebijaksanaan serta kepedulian sosial yang tinggi. Proses penyempurnaan tari ini terus dilakukan, memastikan agar pertunjukan tetap relevan dan mampu menyentuh hati penonton. Tarian selama sembilan menit ini biasanya dibawakan oleh sekelompok penari muda dari Sanggar Patria Loka, yang terdiri dari siswa SMP dan SMA, sehingga menjadi bagian penting dalam acara penyambutan tamu negara dan pejabat yang berziarah ke makam Bung Karno.