Sabtu, 12 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Target Retribusi Pasar Kabupaten Blitar 2026 Ditetapkan Rp3,9 Miliar, Realisasi Masih Separuh Jalan

Target Retribusi Pasar Kabupaten Blitar 2026 Ditetapkan Rp3,9 Miliar, Realisasi Masih Separuh Jalan

Target Retribusi Pasar Kabupaten Blitar 2026 Ditetapkan Rp3,9 Miliar, Realisasi Masih Separuh Jalan
Poin Penting:
  • Target retribusi pasar Kabupaten Blitar pada 2026 mencapai Rp3,9 miliar.
  • Realisasi retribusi pasar sampai pertengahan tahun baru mencapai 50% dari target.
  • Perubahan pola belanja masyarakat dan perdagangan digital menjadi tantangan bagi pasar tradisional.

Kabupaten Blitar menargetkan retribusi pasar mencapai Rp3,9 miliar pada tahun 2026, dengan sumber penerimaan ini berasal dari aktivitas perdagangan di 13 pasar daerah yang dikelola oleh pemerintah setempat. Namun, hingga pertengahan tahun ini, realisasi retribusi pasar baru mencapai sekitar 50 persen dari target tersebut. Hal ini menunjukan bahwa sektor perdagangan masih harus menghadapi berbagai tantangan, terutama di tengah perubahan perilaku belanja masyarakat yang semakin pesat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Darmadi, mengungkapkan bahwa pencapaian retribusi ini mencerminkan kondisi pasar yang dinamis. “Realisasinya sampai pertengahan tahun ini kurang lebih sudah 50 persen,” tuturnya. Ia menjelaskan bahwa kesuksesan ini tidak terlepas dari kondisi aktivitas perdagangan yang terus berjalan meskipun terdapat perubahan signifikan pada cara masyarakat berbelanja.

Darmadi menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar tradisional saat ini adalah perkembangan perdagangan berbasis digital. Masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus datang langsung ke pasar, yang berdampak langsung pada pengurangan pengunjung di pasar-pasar tradisional. Transformasi ini tampaknya lebih terasa pada pasar yang terutama menjual barang-barang kebutuhan sekunder.

Meskipun demikian, pagi hari tetap menjadi waktu yang relatif stabil bagi pasar tradisional, di mana masyarakat masih membutuhkan berbagai kebutuhan pokok. “Kalau pasar pagi masih cukup bertahan, karena masyarakat memang membutuhkan kebutuhan pokok,” ujar Darmadi, menandakan bahwa pasar tradisional tetap memainkan peran penting dalam perekonomian lokal meskipun dihadapkan pada tantangan zaman yang baru.