- Terdapat sembilan sekolah negeri di Kota Blitar yang mengalami kekurangan peserta didik baru.
- SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 7 memiliki jumlah kursi kosong yang signifikan.
- Dispendik mengidentifikasi adanya tantangan dalam pemerataan peserta didik meskipun sistem penerimaan telah berbasis domisili.
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026 di Kota Blitar telah selesai dilaksanakan. Namun, hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa terdapat sembilan sekolah negeri yang mengalami kekurangan peserta didik baru. Situasi ini menarik perhatian karena tidak hanya terjadi di wilayah pinggiran, melainkan juga di beberapa sekolah yang terletak di pusat Kota Blitar.
Menurut data yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, terdapat dua sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang masih memiliki kuota kosong. SMP Negeri 5 Kota Blitar mencatatkan sisa kursi terbanyak, yaitu sebanyak 51 kursi, diikuti oleh SMP Negeri 7 Kota Blitar dengan 43 kursi yang belum terisi. Selain itu, fenomena serupa juga terlihat di tingkat sekolah dasar (SD), di mana tujuh SD negeri kesulitan mendapatkan pendaftar baru, dengan beberapa diantaranya hanya memperoleh kurang dari 10 siswa baru selama masa pendaftaran.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Dispendik, karena menunjukkan bahwa pemerataan peserta didik masih menjadi tantangan meskipun sistem penerimaan telah menerapkan mekanisme berdasarkan domisili. Di wilayah pinggiran Kota Blitar, sekolah-sekolah seperti SDN 1 Sukorejo, SDN 2 Sukorejo, SDN 3 Sukorejo, dan SDN 1 Rembang mengalami situasi serupa. Tidak hanya itu, di kawasan pusat kota, fenomena rendahnya pendaftar juga terjadi di SDN 2 Kauman, SDN 3 Karangtengah, dan SDN 3 Kepanjenlor.
Dispendik berusaha untuk memahami lebih dalam penyebab dari rendahnya minat masyarakat untuk mendaftarkan anak mereka ke sekolah-sekolah tersebut. Faktor-faktor seperti lokasi, fasilitas yang disediakan, maupun tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di instansi tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan daya tarik sekolah-sekolah negeri di Kota Blitar. Dengan mengaddress permasalahan ini, diharapkan kedepannya akan ada perbaikan dalam pemerataan pendidikan di kota yang kita cintai ini.