- Sensus Ekonomi 2026 di Kota Blitar telah selesai dilaksanakan oleh BPS.
- Total honor petugas sensus mencapai Rp1,3 miliar, dibayarkan dalam dua tahap.
- Lebih dari 60 persen dari total anggaran kembali kepada masyarakat melalui honor petugas.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar telah menyelesaikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, sebuah langkah penting dalam mendata dan menganalisis kondisi ekonomi di wilayah tersebut. Hanung Pramusito, Kepala BPS Kota Blitar, menyatakan bahwa proses pendataan lapangan yang melibatkan 117 petugas sensus ini telah berjalan dengan baik dan tuntas. Kini, tim BPS memasuki tahap penting berikutnya yaitu pengolahan data serta pembayaran honor untuk para petugas yang telah bekerja keras selama lebih dari dua bulan.
Alokasi anggaran untuk pembayaran honor petugas sensus mencapai Rp1,3 miliar. Setiap petugas, yang berjuang mendatangi rumah tangga dan unit usaha dari pagi hingga malam, akan menerima honor rata-rata sekitar Rp11 juta. Namun, Hanung menjelaskan bahwa pembayaran akan dilakukan dalam dua tahap sesuai dengan kesepakatan, agar proses administrasi dapat berjalan efisien.
Total anggaran yang dialokasikan untuk Sensus Ekonomi 2026 di Kota Blitar mencapai Rp1,8 miliar. Selain untuk honor petugas, sisa anggaran digunakan untuk kebutuhan lain seperti alat tulis kantor (ATK), biaya transportasi, konsumsi, pulsa, dan keperluan lainnya. Hanung menekankan bahwa lebih dari 60 persen dari total anggaran ini kembali kepada masyarakat melalui honor yang diterima petugas, yang mencerminkan komitmen BPS dalam mendorong perekonomian lokal.
Dengan data yang telah dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kegiatan ekonomi di Kota Blitar. Informasi ini nantinya akan menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan yang lebih baik, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.