Jumat, 25 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Wisata & Kuliner › Sate Warok Ponorogo Merebut Hati Penggemar Kuliner di Surabaya

Sate Warok Ponorogo Merebut Hati Penggemar Kuliner di Surabaya

Sate Warok Ponorogo Merebut Hati Penggemar Kuliner di Surabaya
Poin Penting:
  • Sate Warok Ponorogo kini populer di Surabaya dengan penjualan mencapai 1.000 tusuk per hari.
  • Daging ayam yang disajikan tebal dan bumbu kacang yang manis menjadi daya tarik utama.
  • Rio Sambodo, pemilik Sate Warok, membawa tradisi kuliner Ponorogo ke pemerintahan Surabaya.

SURABAYA - Sate Warok Ponorogo, kuliner legendaris yang terkenal dari Ponorogo, kini berhasil menarik perhatian para pencinta kuliner di Surabaya. Dengan mempertahankan cita rasa otentik yang telah diwariskan, warung ini menyajikan potongan daging ayam yang tebal dan panjang, dilapisi dengan bumbu kacang kental yang gurih dan sedikit manis. Lokasi salah satu cabangnya terletak strategis di Jalan Gayungsari Timur, hanya sekitar satu kilometer dari Masjid Al-Akbar Surabaya, menjadikannya mudah dijangkau oleh penggemar kuliner sekaligus pelintas jalan.

Rio Sambodo, pendiri dan pengelola Sate Warok, mulai merintis usaha ini pada tahun 2017 setelah sebelumnya menimba ilmu dari penjual sate lainnya. Berasal dari Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Rio memiliki latar belakang yang kuat dalam tradisi kuliner sate, termasuk keterlibatannya bersama tokoh legendaris Haji Tukri Sobikun, yang dikenal akan sumbangsihnya dalam pengembangan sate di kawasan Gang Lawu. Khas dari Sate Warok adalah penggunaan bumbu kacang manis dan variasi potongan daging yang lebih besar, sehingga menghasilkan pengalaman kuliner yang berbeda bagi para penikmatnya.

Dalam sehari, satu cabang Sate Warok mampu menjual hingga 1.000 tusuk, dan yang mengejutkan, sering kali habis dalam waktu hanya dua jam. Popularitas ini mencerminkan tingginya permintaan akan cita rasa otentik dari Ponorogo di ibukota provinsi. Pelanggan dapat memilih berbagai jenis sate, mulai dari daging, kulit, hingga ati ampela, dengan sambal yang disajikan terpisah, memungkinkan setiap orang untuk mengatur tingkat pedasnya sesuai selera pribadi.

Satu ciri khas yang membedakan Sate Warok dari sate pada umumnya adalah teknik pemotongan dagingnya. Dengan potongan yang tebal dan panjang, biasanya satu tusuk sate hanya berisi satu atau dua jenis daging, yang tetap terasa empuk meski telah dibakar. Hal ini menjadikan Sate Warok tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga pengalaman kuliner yang mendalam dan memuaskan, terutama bagi masyarakat Blitar yang menghargai keaslian rasa dan teknik memasak tradisional.