Minggu, 13 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Rocky Gerung: Politeknik Agraria STPN sebagai Pusat Pembelajaran Multi Disiplin

Rocky Gerung: Politeknik Agraria STPN sebagai Pusat Pembelajaran Multi Disiplin

Rocky Gerung: Politeknik Agraria STPN sebagai Pusat Pembelajaran Multi Disiplin
Poin Penting:
  • Rocky Gerung menekankan perlunya multidisiplin dalam studi pertanahan.
  • Politeknik Agraria STPN dianggap sebagai institusi pendidikan dengan ruang belajar yang lengkap dan beragam.
  • Pendekatan interdisipliner diharapkan dapat mempersiapkan taruna dan taruni untuk menghadapi tantangan di bidang pertanahan.

Dalam sebuah Kuliah Umum yang penuh inspirasi di Politeknik Agraria STPN, Sleman, pada Jumat, 4 September 2026, akademisi dan filsuf Rocky Gerung menjelaskan betapa pentingnya para taruna dan taruni untuk memahami beragam disiplin ilmu dalam konteks pembelajaran pertanahan. Rocky menegaskan bahwa studi tentang tanah tidak sekadar mencakup aspek teknis atau administratif, tetapi lebih dari itu, melibatkan berbagai perspektif yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.

Lebih dari 500 mahasiswa hadir mendengarkan paparan Rocky, yang menggambarkan Politeknik Agraria STPN sebagai lembaga pendidikan dengan ruang belajar yang sangat luas. "Di sini, teman-teman tidak hanya mempelajari istilah-istilah peta atau sertifikat. Ilmu yang diperoleh meliputi psikologi, administrasi, hukum tata negara, politik, keamanan global, hingga ekologi dan bahkan studi tentang cacing," ucap Rocky dengan penuh semangat. Hal ini berlandaskan pada pandangannya bahwa tanah sebagai objek studi tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dalam konteks lebih luas.

Rocky mendukung pandangannya dengan mengajak para taruna dan taruni untuk berani mengadopsi berbagai perspektif dalam melihat persoalan pertanahan. Menurutnya, memahami tanah berarti juga memahami hukum, ekonomi, dan psikologi yang bergandeng dengan permasalahan tersebut. Dengan pendekatan interdisipliner ini, diharapkan para mahasiswa dapat menjadi profesional yang tidak hanya terampil di bidangnya, tetapi juga dapat melihat persoalan dengan cara yang holistik, mirip dengan pendidikan di institusi pendidikan lainnya yang lebih konvensional.

Dengan demikian, kuliah umum ini tidak hanya sekadar ajang pengetahuan, tetapi juga merupakan dorongan bagi generasi muda di Blitar dan sekitarnya untuk memiliki pandangan luas tentang pentingnya studi pertanahan dalam konteks masyarakat yang kompleks dan dinamis.