Senin, 12 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Ekonomi › Revitalisasi Pasar Legi Kota Blitar: Langkah Strategis atau Pemborosan?

Revitalisasi Pasar Legi Kota Blitar: Langkah Strategis atau Pemborosan?

Revitalisasi Pasar Legi Kota Blitar: Langkah Strategis atau Pemborosan?
Poin Penting:
  • Revitalisasi lantai dua Pasar Legi dilakukan setelah kajian mendalam yang melibatkan berbagai pihak.
  • Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik pasar dan mendorong pengunjung agar kembali berbelanja.
  • Pembongkaran kios dan perbaikan atap dianggap sebagai langkah awal yang bertahap dalam revitalisasi pasar.

Kota Blitar tengah menghadapi transformasi besar di Pasar Legi, di mana Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) berupaya merombak lantai dua pasar tradisional ini. Proyek yang melibatkan penghapusan 210 kios sekat dari pembangunan sebelumnya pada 2021 ini mengundang banyak perdebatan di kalangan masyarakat. Beberapa pihak mempertanyakan apakah perombakan ini dilakukan dengan perencanaan yang matang atau justru terkesan serampangan tanpa analisis yang mendalam.

Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, menanggapi skeptisisme tersebut dengan tegas. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk merobohkan kios-kios tersebut didasarkan pada kajian resmi yang melibatkan berbagai pihak mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga perwakilan pedagang. Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa suasana yang sempit dan kumuh perlu diubah agar Pasar Legi lebih menarik bagi pengunjung, dengan merancang ruang yang lebih terbuka dan mudah diakses.

Menyikapi kritik dari Komisi II DPRD Kota Blitar mengenai kemungkinan pemborosan anggaran, Parminto menjelaskan bahwa revitalisasi Pasar Legi tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Ia menyebutkan bahwa proyek tahap awal ini mencakup pembongkaran partisi yang memakan biaya sekitar Rp 624 juta, serta perbaikan atap untuk mencegah kebocoran. Untuk saat ini, fokus utama mereka adalah mereaktivasi area tengah pasar sebelum melanjutkan penataan di lantai dasar.

Dengan progres yang kini mencapai lebih dari 50 persen, Disperindag menargetkan penyelesaian proyek pada 20 Desember. Diharapkan dengan adanya perubahan struktur, Pasar Legi bisa kembali menarik pengunjung dan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi masyarakat Blitar. Revitalisasi ini bukan hanya tentang fisik bangunan, tetapi juga tentang membangun kembali jiwa pasar dari transaksi yang hilang akibat sepinya kunjungan selama ini.