Selasa, 06 Oktober 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda › Wisata & Kuliner › Puncak Spiritual di Malam 1 Suro: Gunung Lawu Dipadati Pendaki dan Praktisi Budaya Lokal

Puncak Spiritual di Malam 1 Suro: Gunung Lawu Dipadati Pendaki dan Praktisi Budaya Lokal

Puncak Spiritual di Malam 1 Suro: Gunung Lawu Dipadati Pendaki dan Praktisi Budaya Lokal
Poin Penting:
  • Gunung Lawu dipenuhi oleh pendaki dan pelaku spiritual pada malam 1 Suro.
  • Jalur Cemoro Sewu diakui sebagai rute tercepat menuju puncak, dengan banyak lokasi sakral di sepanjang perjalanan.
  • Air dari Sendang Derajat dianggap memiliki khasiat khusus dan digunakan dalam tradisi tolak bala.

Malam 1 Suro yang bertepatan dengan malam Jumat Kliwon, Gunung Lawu menjadi salah satu destinasi paling diminati bagi para pendaki dan pelaku spiritual. Jalur Cemoro Sewu, yang terkenal sebagai akses cepat menuju puncak, dipenuhi dengan ribuan pendaki dan masyarakat lokal yang berkumpul untuk melaksanakan ritual spiritual. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri, mengingat Gunung Lawu memiliki kearifan lokal yang sangat kental dan dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para leluhur.

Sepanjang perjalanan menuju puncak Hargo Dumilah, pendaki melintasi lokasi-lokasi bersejarah dan berbudaya seperti Sumur Jolotundo dan Sendang Derajat. Tidak hanya menawarkan tantangan fisik, pendakian ini juga memberikan pengalaman spiritual yang mendalam. Wisatawan bisa merasakan keajaiban alam sekaligus menghayati nilai-nilai tradisi yang melekat di tempat-tempat tersebut. Di setiap pos, pendaki disuguhi pemandangan menawan yang memperkaya pengalaman mendaki mereka.

Setibanya di Pos 4, dengan penggunaan headlamp yang sudah dikenakan, para pendaki berhenti sejenak untuk melaksanakan salat Magrib, menunjukkan betapa mereka mengakui dan menghormati nilai religius dan spiritual dari perjalanan ini. Wilayah sekitar Sumur Jolotundo juga dihiasi dengan bunga dan dupa, menambah kesan sakral bagi para pengunjung yang ingin memanjatkan doa dan harapan.

Terakhir, di Sendang Derajat, banyak pendaki dan masyarakat setempat mengambil air yang dipercaya mempunyai berbagai khasiat, termasuk sebagai bagian dari tradisi tolak bala. Dalam tradisi lokal, air dari Sendang Derajat memiliki nilai penting dan dipercaya dapat memberikan keberkahan bagi mereka yang memanfaatkannya. Perpaduan antara keindahan alam, tantangan pendakian, dan kedalaman spiritual menjadikan malam 1 Suro di Gunung Lawu sebagai momen yang dinanti dan diperkaya oleh makna bagi masyarakat Blitar.