- BMKG memastikan gempa magnitudo 5,7 di Manggarai tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
- Pusat gempa terletak 39 kilometer timur laut Ruteng pada kedalaman 10 kilometer.
- Sejak awal rangkaian gempa besar, terdapat lebih dari 3.400 gempa susulan yang tercatat di NTT.
JAKARTA - Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) diingatkan untuk tetap tenang pasca-gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Manggarai dengan magnitudo 5,7 pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, tepatnya pukul 09.47 WIB. Meskipun guncangan ini menambah ketegangan di kalangan masyarakat mengenai potensi tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan tegas menegaskan bahwa peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik yang sedang berlangsung di wilayah NTT. Data yang dirilis menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 8,28 Lintang Selatan dan 120,60 Bujur Timur, dengan pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 39 kilometer di timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Aktivitas gempa di NTT saat ini memang terhitung cukup tinggi. Sejak awal rangkaian gempa yang besar terjadi, sebanyak 3.422 gempa susulan tercatat hingga pukul 06.00 WIB pada hari yang sama. Meskipun beberapa guncangan mungkin dirasakan oleh masyarakat, BMKG memastikan tidak semua getaran tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang signifikan.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang. Penting bagi masyarakat untuk tidak panik dan memahami keadaan yang terjadi, sekaligus menjalin komunikasi yang baik dengan petugas setempat terkait prosedur keselamatan yang harus dijalani saat terjadi bencana alam.