- Puluhan siswa SMPN 1 Kabuh mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis.
- Tujuh siswa dilarikan ke Puskesmas Kabuh, sementara lainnya dirawat di fasilitas kesehatan terdekat.
- Kasus keracunan ini menambah angka korban di Sidoarjo, membuat perhatian terhadap keamanan pangan semakin mendesak.
Di tengah keprihatinan masyarakat pasca kasus keracunan massal pada 560 santri dan siswa di Sidoarjo, kini kabar serupa datang dari Kabupaten Jombang. Sebanyak 30 siswa dari SMPN 1 Kabuh dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu yang disediakan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 2 September 2026. Menurut keterangan salah satu ibu siswa, RR, gejala keracunan tersebut mulai muncul pada Kamis, 3 September 2026. Para siswa mengalami mual, muntah, dan diare, dengan tujuh di antaranya terpaksa dilarikan ke Puskesmas Kabuh untuk mendapatkan penanganan medis segera.
Fenomena keracunan ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat mayoritas siswa yang terdampak adalah siswa kelas dua dan tiga. RR menuturkan bahwa menu yang diduga menjadi penyebab adalah udang saus Padang. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan pangan yang disediakan dalam program pemerintah. Sementara itu, siswa dengan gejala ringan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Dalam situasi yang mengkhawatirkan ini, Pemkab Sidoarjo juga menginformasikan bahwa jumlah korban keracunan MBG di wilayah mereka terus meningkat, mencapai 566 orang hingga Rabu siang. Penambahan ini termasuk 35 santri dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang dievakuasi ke rumah sakit. Kejadian beruntun ini pun menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis untuk memastikan bahwa setiap anak dapat menerima makanan yang sehat dan aman bagi mereka.