- Satu ibu hamil mengundurkan diri dari program karena alergi telur.
- Jumlah penerima bantuan meningkat menjadi 460, mencakup seluruh ibu hamil di Kota Blitar.
- Total anggaran untuk program ini mencapai Rp1,4 miliar.
Di Kota Blitar, program '2 Butir Telur Sehari' yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Blitar tengah berjalan dengan baik, meskipun baru-baru ini terdapat satu ibu hamil yang mengundurkan diri sebagai penerima bantuan karena mengalami alergi terhadap telur. Dissie Laksmonowati Arlini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut disebabkan oleh hasil pemeriksaan medis yang menunjukkan adanya alergi. Oleh karena itu, proses pencoretan penerima bantuan harus melalui bukti kesehatan yang valid agar dapat memastikan keselamatan ibu hamil dan janin yang sedang dikandungnya.
Meskipun ibu hamil yang bersangkutan telah mengundurkan diri dari penerima bantuan telur, ia tetap berhak mendapatkan bantuan susu dari Pemkot Blitar. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa kebutuhan gizi seluruh ibu hamil di Kota Blitar tetap terpenuhi. Menurut data terbaru, jumlah total ibu hamil yang menerima bantuan kini mencapai 460 orang, meningkat dari sebelumnya yang berjumlah 435 penerima. Setiap ibu hamil yang terdaftar mendapatkan jatah 4 kilogram telur dan susu setiap bulannya.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyatakan bahwa bantuan gizi ini tidak hanya mencakup ibu hamil yang penduduk asli, tetapi juga bagi mereka yang berdomisili di Kota Blitar meskipun KTP-nya bukan dari wilayah tersebut. Program ini mendapatkan dukungan penuh dari anggaran sebesar Rp1,4 miliar. Penerima bantuan akan terus dievaluasi untuk memastikan bahwa program ini berjalan efektif dan tepat sasaran, guna memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan.
Dengan adanya program ini, diharapkan seluruh ibu hamil di Kota Blitar dapat menikmati nutrisi yang memadai untuk mendukung kesehatan selama kehamilan, yang pada akhirnya juga akan berdampak positif pada perkembangan bayi mereka.