- Candi Penataran menyimpan keunikan dan misteri, termasuk relief letusan Gunung Kelud.
- Kompleks candi ini adalah peninggalan penting dari Kerajaan Kediri hingga Majapahit.
- Terdapat kemiripan ornamen dengan kebudayaan Maya yang menjadi bahan perbincangan dan spekulasi.
BLITAR – Candi Penataran yang terletak di Kabupaten Blitar, Indonesia, merupakan salah satu situs bersejarah yang menyimpan sejumlah misteri dan keunikan yang terus menjadi perbincangan. Di antara keunikan tersebut adalah relief-relief yang dikaitkan dengan letusan Gunung Kelud yang pernah terjadi, serta sejumlah patung dan ukiran yang diduga memiliki kemiripan dengan kebudayaan suku Maya yang ada di Amerika. Sebagai kompleks percandian terbesar di Jawa Timur, Candi Penataran menawarkan wawasan yang mendalam tentang sejarah dan budaya masyarakat pada masa lalu.
Terletak di lereng barat daya Gunung Kelud, sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Blitar, Candi Penataran berhasil mempertahankan banyak bangunan dan relief yang kondisinya masih baik hingga saat ini. Kompleks percandian ini merupakan peninggalan berharga dari periode Kerajaan Kediri hingga Majapahit, menjadikannya salah satu situs yang penting dalam kajian sejarah dan arkeologi. Candi ini tidak hanya memiliki nilai historis, namun juga mengindikasikan fungsi sebagai sarana mitigasi bencana di masa lampau, menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap bahaya alam.
Di dalam kawasan Candi Penataran, pengunjung dapat menemukan berbagai bangunan penting, seperti Pendopo Teras, Candi Angka Tahun, Candi Naga, dan Candi Induk. Candi ini pada masanya dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan yang memiliki arti signifikan dalam tradisi Hindu di Jawa Timur. Dalam karya sastra Kakawin Negarakertagama, terdapat catatan penting bahwa Raja Hayam Wuruk pernah berkunjung ke candi ini untuk melakukan pemujaan kepada Sang Hyang Acalapati, dewa gunung yang diyakini bertempat tinggal di Gunung Kelud. Kunjungan raja tersebut menegaskan peran vital Candi Penataran sebagai tempat ritual keagamaan.
Yang cukup menarik perhatian banyak orang adalah keberadaan Arca Dwarapala yang menjadi penjaga pintu masuk candi ini. Arca tersebut diidentifikasi memiliki kemiripan dengan simbol-simbol seni dari kebudayaan Maya di Amerika. Selain itu, terdapat ukiran batu yang menyerupai tanaman kaktus, meskipun tanaman ini umumnya berasal dari belahan dunia lain. Hal ini menimbulkan spekulasi dan tafsir mengenai koneksi antara kebudayaan lokal dan kebudayaan Maya, khususnya dalam hal ikonografi prajurit yang tampak mirip dengan budaya Astek atau Maya. Keberadaan elemen-elemen ini menambah daya tarik dan misteri Candi Penataran sebagai salah satu warisan budaya yang sangat layak untuk dijelajahi oleh masyarakat Blitar dan wisatawan.